Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Jumat, 2 Januari 2026
Pw St. Basilius Agung dan Gregorius dr Nazianze
1 Yoh 2:22-28
Mzm 98:1-4
Yoh 1:19-28
Siapa Saya?
… “Siapakah engkau?” – Yoh 1:19b
Suami teman saya mendaftar untuk menjadi prodiakon di paroki, namun ditolak tanpa alasan yang jelas. Setelah dicaritahu, penyebabnya adalah karena bertato. Entah itu menjadi katekis dengan kaki bertato, ataupun menjadi lektor atau pemazmur tetapi tidak bisa melafalkan “R”, ditolak.
Pelayanan di gereja memang seringkali melibatkan beraneka ragam umat dengan berbagai karakterisitik, pemikiran, juga asumsi. Standar yang dibuat oleh oknum (tidak berlaku di semua paroki) seperti ini acap melukai orang yang tertolak, meskipun di dalam dunia kerja sudah biasa dan umum terjadi. Saat tertolak, tidak diterima, tidak dihargai, yang muncul adalah rasa kecewa, tidak berdaya, merasa diri tidak kompeten; bagaikan ikut kompetisi kemudian kalah, lalu merasa tidak berharga. Padahal bila diresapi lebih lanjut, pekerjaan yang dilakukan tidak bisa dijadikan acuan untuk menunjukkan siapa kita. Setiap orang berhak berasumsi dan menilai, namun bukan berarti itu adalah nilai diri kita yang sesungguhnya.
Dalam bacaan injil hari ini, Yohanes Pembaptis dikira Mesias, karena banyak orang berasumsi demikian dan uniknya ada juga orang yang langsung menanyakannya. Yohanes Pembaptis menjelaskan dengan gamblang siapa dirinya. Dia tahu persis tujuan keberadaannya, bahwa dia adalah orang yang sudah dinubuatkan oleh nabi Yesaya, yang mempersiapkan agar orang-orang dapat mengenal Tuhan.
Bagaimana dengan kita? Siapakah saya? Apakah pekerjaan saya saat ini menggambarkan diri saya? Berasumsi pada suatu pekerjaan seringkali membuat kita terjebak, sehingga sering membuat kita tidak sadar akan tugas spesial yang ada dalam diri kita. Atau bisa juga tak menyadari adanya hal lain di balik sebuah pekerjaan? Kita semua diciptakan dengan tujuan dan maksud yang beragam dan spesifik untuk setiap individu. Namun, meski demikian, kita tetap hidup bersama menyongsong kedatangan Tuhan yang kedua. Apakah aku ikut mempersiapkan kedatangan Tuhan yang kedua? (AS).
Siapa aku? Apa sebenarnya tugasku di dunia ini?
No responses yet