Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Senin, 5 Januari 2026
1 Yoh 3:22 – 4:6
Mzm 2:7-8,10-11
Mat 4:12-17,23-25
Penyembuh Banyak Orang
Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. – Mat 4:23b
Sejak tahun 2024, saya menjadi sadar akan pentingnya kesehatan mental dan banyak belajar tentang psikologi dan konseling. Setelah mempelajarinya, ternyata ada banyak orang yang sebenarnya membutuhkan bantuan profesional dalam kesehatan mental; selayaknya membutuhkan dokter ketika sakit. Hanya saja, kondisi gangguan mental itu acapkali lebih berkepanjangan daripada penyakit fisik, sehingga butuh penanganan yang khusus dan waktu yang lebih lama.
Mereka yang berprofesi sebagai psikiater, psikolog, dan konselor turut ambil bagian dalam penyembuhan banyak orang. Hal itu selaras dengan yang Yesus lakukan, yaitu menyembuhkan orang-orang. Jika Yesus adalah penyembuh, maka mereka yang melakukan pelayanan di bidang kesehatan dan penyembuhan adalah perpanjangan tangan-Nya. Romo, bruder, suster, frater, dan pemimpin awam juga mempunyai peran yang sama sebagai perpanjangan tangan-Nya dalam penyembuhan dan kesehatan, walau lebih ke aspek rohani. Semua segi; baik fisik, mental, maupun spiritual atau rohani merupakan bagian dari dalam diri manusia yang tak terpisahkan dan saling mempengaruhi.
Oleh karena itu, jangan hanya suka olah raga tetapi tidak suka berdoa; jangan hanya suka beribadah tetapi membiarkan gangguan mental; jangan juga rutin pergi terapi mental tetapi malas berolahraga. Kita harus memperhatikan seluruh aspek tersebut untuk menjaga kesehatan diri.
Kita pun bisa menjadi penyembuh, menjadi perpanjangan tangan-Nya dan melayani masyarakat. (Aw).
Apa peranku dalam menyembuhkan diri sendiri dan orang lain?
No responses yet