Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Jumat, 16 Januari 2026
1 Sam 8:4-7,10-22a
Mzm 89:16-19
Mrk 2:1-12
Iman = Indera Supernatural
Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. – Mrk 2:4
Hari ini kita belajar tentang iman. Iman secara pribadi ke Tuhan ataupun iman yang dinyatakan secara kelompok untuk membantu orang yang sedang kesusahan, seperti yang diceritakan dalam bacaan Injil hari ini. Iman yang mereka ungkapkan untuk orang lumpuh itu mereka iringi dengan effort yang tidak main-main, sampai menjebol atap untuk memastikan si lumpuh dapat dekat dengan Yesus karena begitu banyaknya kerumunan orang.
Iman adalah hal yang sangat mendasar dalam perjalanan hidup setiap manusia. Dengan iman, kita dapat mencapai suatu situasi yang di luar nalar, karena iman merupakan indera supernatural di samping panca indera manusia yang lain (mata, hidung dan lain sebagainya). Jika boleh dianalogikan, iman adalah password supernatural untuk dapat mengambil janji-janji Allah. Dan janji-janji Allah tersebut hanya dapat diambil, jika kita mengenal-Nya.
Lalu bagaimana cara mengenal-Nya? Yaitu dengan membaca Firman-Nya. Pribadi-Nya dan semua janji-Nya tertulis di dalam Firman itu. Jika kita mengimaninya dengan sungguh, maka Ia akan menggenapi apa yang kita imani, entah jawabannya sama seperti yang kita inginkan, ataupun berbeda, yang pasti Tuhan mengerti apa yang kita butuhkan, dan Ia akan selalu memberikan yang terbaik menurut-Nya kepada kita.
Marilah kita terus mendekat kepada-Nya, hingga suatu saat nanti kita sampai pada tahap memiliki rasa sayang dan rasa kangen kepada-Nya layaknya seorang anak kepada Bapanya. Ketika relasi intim tersebut terjalin, maka akan mudah bagi kita dalam menjalani hidup, mudah dalam arti seberat apapun kesulitan yang kita pikul, kita dapat menjalaninya tetap dengan hati bersyukur, bahkan bersukacita, karena ada sisi hati kita yang tetap menyadari akan kehadiran-Nya di dalam kesulitan tersebut. Iman menentukan arah hidup kita! (In).
Apakah saya ingin memiliki relasi intim dengan-Nya?
Siapkah dengan bayar harganya?
No responses yet