Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Kamis, 22 Januari 2026
1 Sam 18:6-9; 19:1-7
Mzm 56:2-3,9-13
Mrk 3:7-12
Rendah Hati
Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia. – Mrk 3:12
Peribahasa “Padi semakin berisi, semakin merunduk” menggambarkan bahwa orang yang berilmu tinggi seharusnya tidak merasa lebih tinggi dari orang lain, melainkan menunjukkan kerendahan hati.
Demikian pula Yesus yang adalah raja segala raja, yang empunya seluruh dunia, Ia begitu rendah hati. Ia ingin orang-orang mengenal-Nya sebagai pribadi yang sederhana, bahkan melarang keras orang- orang memberitahukan siapa Dia sebenarnya, sungguh teladan luar biasa yang seharusnya kita aplikasikan ke dalam diri kita masing-masing.
Mungkin saat ini kita telah meraih banyak pencapaian dalam hidup kita, baik dalam pekerjaan, pelayanan, atau hal-hal lain. Namun kadang yang tidak kita sadari adalah kita ingin memamerkan pencapaian kita, menunjukkan kepada orang lain bahwa kita telah sukses. Disisi lain apakah kita tidak boleh menunjukkan pencapaian kita? Boleh saja kalau maksudnya adalah sebagai penyemangat atau untuk memotivasi orang lain, atau untuk mewartakan kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Maka tunjukkanlah dengan kerendahan hati, bukan dengan maksud ingin pamer. Kita boleh bercerita tentang kesuksesan kita, tapi tanpa ada keinginan untuk merendahkan atau merasa telah mengungguli orang lain.
Yesus sangat bisa mendeklarasikan diri bahwa Ia adalah anak Allah, dan berkata bahwa Ia yang memiliki dunia, tapi Yesus tidak pernah melakukan itu. Ia memilih untuk melayani dalam kerendahan hati, dalam kesederhanaan-Nya. Ia pun ingin kita meneladani pribadi-Nya untuk tetap rendah hati. Mari belajar dari padi, dimana ketika ia makin banyak berisi, maka ia akan semakin merunduk. Dan nilai-nilai luhur atau prestasi yang ada dalam diri kita pun dengan sendirinya akan dilihat orang lain, karena pasti akan berdampak pula kepada orang lian. (PL).
Mari kita belajar untuk menjadi pribadi yang rendah hati.
No responses yet