Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Senin, 26 Januari 2026
Pw St. Timotius dan Titus
2 Tim 1:1-8 / Tit 1:1-5
Mzm 96:1-3,7-8a,10
Luk 10:1-9
Aku Siap Diutus
Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. – Luk 10:3
Kalau kita boleh bayangkan anak domba di tengah serigala, mampukah ia melawan serigala? Atau bahkan hanya sekedar negosiasi dengan serigala? Rasanya hal itu sangat tidak mungkin terjadi bukan? Oleh karena itu, saya bisa mengerti mengapa ada begitu banyak orang yang menolak diutus oleh Tuhan. Hal ini karena mereka takut menghadapi hal-hal yang berada di luar dirinya, yaitu ‘serigala’ tersebut. Serigala di sini bisa kita maknai sebagai orang yang berniat buruk kepada kita, orang yang iri atau dendam kepada kita.
Namun, sebenarnya kita tidak perlu merasa khawatir. Dalam Bacaan Injil hari ini, kita bisa menemukan perkataan: “Aku mengutus kamu.”. Kata “Aku” di sini bukanlah merujuk pada manusia biasa yang tidak bisa apa-apa atau lepas tanggung jawab ketika kita disakiti oleh ‘serigala’ tersebut. “Aku” di sini merujuk pada Allah yang sangat sanggup mengubah masalah dan keadaan buruk menjadi berkat. Dia yang mengutus, Dia pula yang akan menyertai dan membela kita kala serangan serigala datang.
Dalam misi perutusan yang diberikan oleh-Nya, Tuhan mengajak kita untuk membawa damai kepada siapa saja yang kita temui dan di mana pun Tuhan mau tempatkan kita (Ayat 5). Entah orang lain akan menerima damai kita atau tidak, si pembawa damai akan tetap merasakan sukacita Allah. Ia juga mengajak kita untuk mendoakan orang lain dan menyembuhkan orang sakit (Ayat 9). Terkadang banyak orang merasa pesimis dan tidak percaya akan kuasa doa.
Percayalah, kuasa doa sangatlah besar. Ada kesembuhan yang sejati di dalam nama-Nya karena itu percaya dan bertobatlah, kemudian menerima perutusan-Nya. Meskipun akan menemui banyak rintangan, maukah kita tetap menyerahkan hidup kita untuk Kristus? Untuk dipakai dalam karya keselamatan-Nya bagi orang banyak? (MF).
Ini aku, utuslah Tuhan.
No responses yet