Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Selasa, 27 Januari 2026
2 Sam 6:12b-15,17-19
Mzm 24:7-10
Mrk 3:31-35
Menjadi Saudara Yesus
Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku. – Mrk 3:35
Waktu Yesus katakan, siapakah ibu-Ku dan siapa saudara-Ku, penulis percaya bahwa hal ini Ia katakan bukan sebagai tanda Tuhan Yesus tidak mengakui Bunda Maria sebagai ibu-Nya. Justru sebaliknya, Ia ingin merangkul dan mengakui semua orang yang mau mengikuti kehendak Allah sebagai saudara-Nya, dan menjadi bagian dari diri-Nya, orang yang Ia perhitungkan.
Mungkin saat ini kita berada di era dimana ada banyak ayah tidak mau melakukan peran dan tanggung jawab sebagaimana mestinya. Tidak perlu merasa sedih ketika keluarga tidak mendampingi kita. Tidak perlu marah ketika ibu kandung kita meninggalkan kita sekalipun, karena masih ada Yesus yang mau mengangkat dan mengakui kita sebagai ‘bagian dari diri-Nya’. Hari ini, melalui Bacaan Injil, Tuhan Yesus mengajak kita untuk fokus melakukan kehendak Allah apapun latar belakang hidup kita.
Dalam melakukan kehendak Allah seringkali kita diminta untuk mematikan ego kita, mematikan hak kita untuk menuntut dan bertanya kepada Tuhan, mengapa harus begini, Tuhan? Mengapa kita yang tidak salah, namun malah kita yang kena hukuman, sementara orang lain bisa bebas bersenang- senang di atas kecurangannya? Kadang, Tuhan cuma minta kita untuk diam dan patuh. Namun, saya mau belajar percaya bahwa apa yang sudah Tuhan tuliskan dalam Alkitab tidak pernah salah. Ia yang sanggup membela kita dengan cara-Nya yang ajaib. Ia yang pada akhirnya akan membukakan jalan kebenaran kepada kita.
Kita boleh merasa bingung, namun janganlah kita khawatir. Janganlah pula kita takut untuk menyebarkan Firman Tuhan di mana pun kita berada, karena Tuhan Yesus menyayangi dan akan selalu membela kita. Ia tidak akan membiarkan kita tergeletak, Ia akan terus menjaga kita selama kita tidak menyimpang ke kanan maupun ke kiri. (MF).
Sudahkah kita menjadi saudara-saudara, dan ibu Tuhan Yesus?
Maukah kita mengikuti kehendak Allah dengan tidak menyimpang ke kanan maupun ke kiri?
No responses yet