Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Sabtu, 31 Januari 2026
Pw St. Yohanes Bosco
2 Sam 12:1-7a,10-17
Mzm 51:12-17
Mrk 4:35-41
Saat Ketakutan Datang
Lalu Ia berkata kepada mereka,”Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” – Mrk 4:40
Perikop Injil hari ini sangat menarik perhatian saya. Yesus bersama murid-muridNya masuk ke perahu dan bertolak ke seberang pada malam hari. Siang hari melakukan pelayanan. Malam hari melakukan perjalanan agar bisa melakukan pelayanan keesokan harinya. Yang lebih menarik lagi ialah dalam perjalanan menuju ke seberang, Yesus ada bersama murid- muridNya, namun topan yang dahsyat tetap datang, bahkan menyebabkan air laut masuk ke dalam perahu. Yesus ada namun angin ribut juga ada. Mengapa aura Keilahian Yesus tidak mampu menghalau datangnya topan? Hal ini terjadi karena Yesus ingin mengajar murid-muridNya agar menjadi lebih beriman kepada Bapa sang empunya kekuatan.
Hal serupa terjadi pada diri saya. Pada tanggal 28 September yang lalu, saya bertugas pertama kali sebagai prodiakon. Saya ditempatkan pada Misa pukul 11.00 yang ramai. Saat itu ada perayaan Misa Hari Ulang Tahun Perkawinan. Saya stress sekali, mengapa saya tidak ditugaskan di Misa pukul 6.00 pagi yang umatnya lebih sedikit.
Berbagai macam kekhawatiran menghantui diri saya, bagaimana jika tata Gerak saya ada yang salah, bagaimana jika saya tertawa Ketika melihat teman saya berdiri di depan saya yang ingin menyambut komuni, bagaimana jika tiba-tiba tenggorokan saya gatal dan saya ingin batuk? Titik keringat mulai membasahi kening saya malam itu. Saya sudah berdoa. Saya sudah memperhatikan bagaimana tata gerak prodiakon saat misa selama berminggu-minggu. Mengapa saya masih saja tidak percaya diri? Dimanakah Tuhan? Tidak sanggupkah Dia memberi ketenangan dalam diri saya?
Akhirnya saya sadar. Tuhan ingin iman saya bertumbuh. Dia ingin saya mempercayakan segala sesuatunya kepada-Nya. Saya teringat kata-kata dari St Yohanes Bosco yang Gereja rayakan pada hari ini : Tuhan, Engkau yang memulai karya ini, Engkau pula yang akan menyelesaikannya. (Yo).
Apakah saya masih ragu-ragu saat ditawari sebuah pelayanan?
No responses yet