Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Minggu, 1 Februari 2026
Hari Minggu Biasa IV
Zef 2:3; 3:12-13
Mzm 146:1,7-10
1 Kor 1:26-31
Mat 5:1-12a
Jalan Salib Tersembunyi
Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga. – Mat 5:12a
Dalam hidup, ada salib-salib yang tersembunyi, yang hanya diketahui oleh Tuhan: kesetiaan dalam kelelahan, ketaatan di tengah kebingungan, tanggung jawab yang tetap dijalankan meski hati rapuh, dan kasih yang diberikan ketika diri sendiri merasa kosong. Ketika kita memilih untuk setia meski tidak merasakan apapun, tetap percaya meski berada dalam kegelapan rohani, menahan diri untuk tidak membalas, tidak menyerah, dan tidak mengeluh; sesungguhnya kita sedang berjalan bersama Kristus dalam jalan salib-Nya. Kita memeluk salib, sama seperti Yesus memeluk Salib-Nya. Kita meminum cawan kita, sama seperti Yesus meminum cawan-Nya.
Salib-salib tersembunyi ini jarang mendapat pengakuan. Tidak ada tepuk tangan dan tidak ada pujian, tetapi di sanalah Injil menjadi nyata, kasih yang tetap bertahan dan setia di tengah penderitaan. Dunia mungkin melihat kelemahan, kegagalan, atau bahkan menganggap ketekunan itu sia-sia. Namun Yesus melihatnya sebagai jalan menuju persatuan dengan-Nya: “Bersukacitalah, sebab upahmu besar di surga!” Itu bukanlah kegagalan spiritual, justru bentuk paling murni dari cinta yang disucikan oleh salib yang tersembunyi.
Ketika semuanya terasa begitu berat, pandanglah Salib itu. Tidak perlu mengatakan apapun, pandanglah Dia yang mencintai anda dalam kesunyian dan anda akan mendengar suara-Nya yang lembut berkata: “Aku mencintaimu. Aku melihat salib yang kau pikul dalam kesunyian. Dunia tidak melihat, tapi Aku melihatnya.”
Apakah saat ini anda mau memilih untuk tetap setia memikul salib dalam jalan sunyi, sesulit apapun itu, dan meski menuntut penyangkalan diri dan pengorbanan luar biasa? Apakah mau tetap percaya bahwa dalam kesunyian yang terkadang menyakitkan itu, Yesus ada di sana, memberikan rahmat-Nya untuk menguatkan anda? (Ai).
Yesus, ajari kami memikul salib dengan setia meski dalam kesunyian dan bersandar kepada-Mu, bukalah mata kami untuk tetap melihat bahwa Engkau hadir, tersembunyi dalam salib itu. Amin.
No responses yet