Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Selasa, 3 Februari 2026
2 Sam 18:9-10,14b,24-25a,30 – 19:3
Mzm 86:1-6
Mrk 5:21-43
Beriman
“Jangan takut, percaya saja!” – Mrk 5:36
Saya waktu kecil, sering di sebut anak yang malas, karena sering tidak bikin PR, di kelas saya sering tidak fokus mendengarkan ketika guru sedang menerangkan pelajaran, saya juga suka sekali ngobrol di kelas, sampai guru saya pusing mau mendudukan saya di bangku yang mana, karena di mana pun saya berada, saya akan mengajak teman samping saya untuk bicara.
Meski guru mengatakan bahwa sebenarnya saya mampu, namun tetap saja akademis saya tidak baik. Pulang sekolah istirahat sebentar, dilanjut les matematika, fisika. Saat remaja saya mulai tahu kalau ulangan bisa nyontek, dan ada banyak teman yang bersedia memberi contekan. Tanpa sadar kepercayaan diri saya makin lama makin kecil. Dan saat saya memasuki kuliah dan mulai “mengenal” Tuhan, saya sadar, jika menyontek itu melukai hati-Nya. Dan mulai saat itulah saya ujian tanpa menyontek lagi, itu berlangsung hingga lulus kuliah.
Hal tersebut merupakan pencapaian bagi saya. Rupanya itu salah satu cara Tuhan menyembuhkan saya. Saya sadar bahwa, “penyakit” saya atas nilai diri yang bertahun-tahun tertanam sejak kecil ini sesungguhnya masih ada sampai sekarang, dan itu seolah menjadi bagian dari diri yang tidak diperjuangkan untuk “sembuh”!
Bacaan Injil hari ini mengingatkan betapa perlunya kita bergulat dengan penyakit yang kita punya; wanita yang pendarahan 12 tahun, ia terus berusaha untuk mendapat kesembuhan dan datang, percaya kepada Yesus. Orang satunya lagi yang juga sakit, namun orang sekitar meyatakan bahwa ia sudah mati, namun Yesus pun sembuhkan.
Apakah sakit anda? Mungkin lingkungan sekitar mematahkan pengharapan anda atau bahkan anda sendiri yang sudah hopeless dengan keadaan diri? Seberapa besar kita berusaha untuk sembuh dari penyakit tersebut? Akhirnya, apakah kita bawa penyakit itu kepada Yesus dan meminta Dia menyembuhkan? (AS).
Yesus, ini sakitku, tolong sembuhkan aku.
No responses yet