Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Senin, 9 Februari 2026

1 Raj 8:1-7,9-13

Mzm 132:6-10

Mrk 6:53-56

Jamahan Kesembuhan

…. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh. – Mrk 6:56

Saya pernah membaca sebuah kisah tentang kesaksian hidup dan mukjizat pertama dalam proses kanonisasi Bunda Teresa. Pada tahun 2002 ada seorang wanita yang bernama Monica Besra di Bengali, India. Monica mengalami sejenis penyakit yang diistilahkan dengan tumefaksi, dan karena Monica telah menderita tuberkulosis sebelumnya, ia dinyatakan terlalu lemah untuk dioperasi. Keluarga pun sudah membawa Monica ke banyak tempat untuk berobat, namun belum membuahkan kesembuhan.

Saat suatu hari Monica mengikuti perayaan Ekaristi, ia melihat seberkas cahaya memancar dari gambar Bunda Teresa yang ada di dalam gereja. Kemudian, salah satu suster Misionaris Cinta Kasih mengambil medali Bunda Maria dan mengikatkannya di perut Monica yang membengkak. Yang konon, medali Maria tersebut pernah disentuhkan langsung ke jenazah Bunda Teresa pada saat pemakaman. Dan Suster tersebut memanjatkan doa yang sangat sederhana: “Ibu, hari ini adalah harimu. Engkau mengasihi orang miskin. Lakukan sesuatu untuk Monica.”

Sekitar delapan jam kemudian, mukjizat terjadi. Tumefaksi atau sejenis tumor yang sebelumnya diidap oleh Monica telah menghilang sama sekali. Terdapat sebelas dokter, dua di antaranya beragama Katolik, yang memeriksa kasus Monica dan menyimpulkan bahwa tidak ada penjelasan medis mengapa tumor tersebut menghilang begitu cepat. Beberapa waktu kemudian, pihak Vatikan menyetujui penyembuhan Monica sebagai mukjizat pertama Bunda Teresa. 

Dalam masa sekarang bisa jadi kita tidak berkesempatan dijamah atau bersentuhan langsung dengan objek tertentu yang kerap disebut benda-benda relikui. Namun, yakinlah bahwa jamahan Tuhan bisa dalam berbagai wujud yang mungkin kadang tidak atau belum kita sadari. Bahkan, sebetulnya kita pun bisa menjadi saluran jamahan Tuhan bagi sesama. (BS).

Semoga kita juga bisa menjadi saluran berkat Tuhan bagi kesembuhan luka fisik maupun luka batin yang sedang dialami sesama di sekitar kita.

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *