Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Selasa, 10 Februari 2026
Pw St. Skolastika
1 Raj 8:22-23,27-30
Mzm 84:3-5,10-11
Mrk 7;1-13
Iman yang Original
Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. – Mrk 7:7
Mochtar Lubis, seorang sastrawan dan jurnalis Indonesia yang terkenal pernah menulis bahwa salah satu ciri manusia Indonesia adalah hipokrit alias munafik. Lain perkataan, lain pula yang dilakukan. Lain di bibir, lain pula di hati. Itulah kira-kira gambaran orang yang munafik.
Tidak jarang kita dapat menemukan orang-orang semacam ini di dalam kehidupan sehari-hari, dan bisa jadi sengaja atau tidak, kita termasuk di dalamnya. Misalnya ada orang yang pernah mengatakan bahwa ia diundang ke banyak tempat, namun sebenarnya dirinya sendiri yang menawarkan diri dengan agak mendesak supaya diundang, dan masih banyak sekali contoh lainnya.
Demikian pun dalam Injil hari ini, Yesus menegur dengan keras orang-orang yang demikian. Banyak orang Farisi yang mencari keuntungan pribadi dengan alasan “hukum iman”, seolah–olah kewajiban iman ini menghilangkan kewajiban moral dan kemanusiaan itu sendiri. Contohnya jelas soal kewajiban hormat kepada orang tua, yang dikarenakan oleh alasan agama, pemeliharaan kepada orang tua diabaikan. Hal ini ditentang oleh Yesus yang dengan jelas mengatakan bahwa golongan yang demikian adalah orang yang munafik.
Satu hal yang bisa dipegang adalah semakin kita beriman, semakin kita menjadi humanis. Artinya semakin kita beriman, hendaknya semakin menjadi manusia yang utuh, yaitu manusia yang matang secara rohani maupun matang secara manusiawi. Secara jelasnya, semakin kita berdoa, kepedulian kepada sesama seharusnya semakin besar bukan sebaliknya, hidup doa bagus, namun kurang ada kepedulian terhadap sesama.
Apa yang kita imani, demikianlah apa yang kita hidupi. Sehingga selayaknya tindakan kita adalah aksi yang mampu ditangkap dan dimengerti oleh sesama manusia. Bukan munafik, apalagi arogansi atas nama “hukum iman”. (BW).
Tuhan, tolonglah kami agar kami tidak menjadi orang munafik. Amin
No responses yet