Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Rabu, 11 Februari 2026
1 Raj 10:1-10
Mzm 37:5-6,30-31,39-40
Mrk 7:14-23
Menjaga Hati
Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya. – Mrk 7:15
Saya masih ingat suatu pengalaman unik ketika bertugas di negara Malaysia beberapa tahun lalu. Saya menemukan dua buah laci tempat menyimpan peralatan makan. Di laci yang satu hanya tertulis “alat makan”, pada laci sebelahnya ditulis ‘alat makan halal’. Rupanya peralatan makan halal itu yang hanya boleh digunakan oleh rekan kerja yang memiliki keterbatasan makan dikarenakan agama yang dianutnya, ada sendok, garpu maupun pisau halal. Saya tidak diperbolehkan menggunakan peralatan halal, sekalipun yang saya makan tidaklah haram.
Berbahagialah kita yang memeluk agama Katolik kalau berbicara mengenai makanan dan minuman. Yesus dalam bacaan Injil hari ini menyatakan bahwa semua makanan adalah halal (bdk. Mrk. 7:19). Hal itu berarti makanan dan minuman yang dikonsumsi tidak menajiskan. Yesus membawa perubahan yang revolusioner pada saat itu, terutama bagi kalangan Yahudi. Yesus ingin membuka pola pemikiran mereka yang sempit.
Injil hari ini menegaskan bahwa yang dapat menajiskan seseorang bukan perihal makanan atau minuman, ataupun yang lahiriah. Namun yang menajiskan itu justru berasal dari dalam, dari hati. Kata ‘hati’ hendak merujuk apa yang ada dalam diri seseorang, apa yang ia pikirkan, katakan dan lakukan. Ada daftar panjang disebutkan sebagai contohnya dalam bacaan Injil seperti; keserakahan, hawa nafsu, iri hati dan lain-lain.
Ajakan bagi kita sebagai umat Kristiani adalah soal kemendalaman iman. Kita kerap kali mengadili orang lain dan fokus pada hal lahiriah. Misalnya, masuk gereja kok tidak buat tanda salib dengan air suci? Komuni kok pakai tangan kan harusnya dengan mulut? Dan seterusnya. Semoga kita tidak lengah, berfokus pada hal yang lahiriah sehingga lupa untuk menjaga hati, menjadi Kristus- kristus kecil yang menghadirkan hati yang terbuka, penuh kasih, bela rasa dan pengampunan. (BW).
Bersemayamlah di hatiku, ya Tuhan, sehingga hati ini memancarkan kasih-Mu.
No responses yet