Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Kamis, 12 Februari 2026
1 Raj 11:4-13
Mzm 106:3-4,35-37,40
Mrk 7:24-30
Kamu pun Bisa
Maka kata Yesus kepada perempuan itu: “Karena kata- katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.” – Mrk 7:29
Mukjizat adalah suatu kejadian atau peristiwa ajaib yang sukar dijangkau oleh akal manusia. Karenanya banyak orang yang beranggapan bahwa mukjizat itu selalu wow dan hanya dilakukan oleh orang-orang yang hebat. Padahal, mukjizat tak hanya terjadi karena keberadaan pemuka agama, orang dengan keahlian khusus, ataupun seseorang yang aktif pelayanan di sana-sini. Semua orang bisa menjadi sarana terjadinya mukjizat, seperti dengan apa yang terjadi pada seorang ibu dan anak perempuannya yang kerasukan. Iman dan pengharapan yang dimiliki oleh si ibulah menyelamatkan anaknya dari jerat roh jahat.
Kebaikan kecil dan sederhana yang kita lakukan pun bisa menjadi sarana mukjizat-Nya bagi orang lain. Yang terpenting adalah kita peka mendengar suara-Nya dan taat sekalipun mungkin apa yang Ia minta dari kita terkadang terasa aneh, canggung ataupun berat untuk dilakukan. Mukjizat terjadi saat ada ketaatan dari kita pada Dia yang mengutus kita.
Suatu ketika saya melihat keseharian seorang teman di media sosial. Entah kenapa saya terpanggil untuk mengikuti gerak hati ini dalam memberikan sebuah barang kepada seorang teman yang saya rasa dia membutuhkannya. Saya sempat dilema karena saat itu saya pun tidak dalam keadaan baik-baik saja. Namun, saya memilih untuk tetap berusaha mengikuti gerak hati itu. Tak disangka-sangka kebaikan sederhana itu sangat berharga dan bermakna bagi teman saya. Ia sangat berterima kasih karena saya telah menjadi sarana mukjizat Tuhan bagi dia yang ternyata saat itu sedang bergumul dan menanyakan keberadaan Tuhan dalam masa sulit yang harus dihadapinya. Dia yang saat itu putus asa pun menjadi kembali bisa merasakan kehangatan kasih-Nya, mendapatkan kekuatan, dan pengharapan baru dari Tuhan melalui pemberian saya yang sederhana. (Cr).
Apakah saya masih ragu bahwa saya pun bisa dipakai oleh-Nya untuk menjadi sarana mukjizat-Nya bagi sesama?
No responses yet