Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Rabu, 18 Februari 2026

Hari Rabu Abu

Yl 2:12-18

Mzm 51:3-6,12-14,17

2 Kor 5:20 – 6:2

Mat 6:1-6,16-18

Haruskah berpuasa?

Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa… – Mat 6:17-18

Sebenarnya mengapa kita harus berpuasa? Dan apa manfaatnya berpuasa? 

Berpuasa bagi saya adalah suatu keharusan sebagai pengikut Kristus, karena Yesus pun melakukannya, di samping karena sangat besar manfaatnya. Selain Yesus, beberapa tokoh dalam Alkitab pun melakukan puasa, yakni Musa, Elia dan lain sebagainya. Musa berpuasa untuk menerima Sepuluh Perintah Allah di Gunung Sinai, Yesus berpuasa di padang gurun sebelum memulai pelayanan-Nya, dan Elia berpuasa saat mendaki Gunung Horeb setelah melarikan diri dari Izebel.

Tujuan berpuasa sesungguhnya adalah untuk perkara-perkara Rohani. Dalam Alkitab, kita bisa temukan beberapa tujuan dari berpuasa yakni untuk merendahkan diri di hadapan Allah (1Ptr 5:6), juga karena ada jenis kuasa gelap yang hanya dapat ditundukkan dengan berpuasa (Mat 17:21).

Ibu saya dulu selalu berpuasa untuk lima anaknya pada setiap weton kami (hari kelahiran menurut penanggalan Jawa), dan puasanya tidak makan dan tidak minum dimulai dari malam menjelang tidur sampai besok pukul 6 sore. Waktu itu Ibu hanya berkata bahwa beliau berpuasa untuk kebaikan kami semua. Dari hal itu saya memiliki keyakinan jika saat ini saya bertumbuh sampai pada tahap sekarang ini, salah satu alasannya adalah berkat doa dan puasa ibu saya. Dan saya pun mengikuti jejak ibu meski puasanya tidak se-extreme beliau.

Saya percaya berpuasa akan menjadi perisai untuk perjalanan hidup spiritual saya. Karena saat tubuh berpuasa, tubuh melemah (sikap kedagingan menurun), dan roh-lah (jiwa kita) yang akan lebih hidup, dan kita semua tahu, keinginan roh adalah melakukan kehendak-Nya. Dengan demikian, saat kita melakukan puasa maka kehendak Allah yang akan selalu kita ikuti bukan kehendak sendiri/si jahat.

Hari ini Gereja mengajak kita untuk memulai pantang dan puasa, dan mari kita melakukannya dengan sepenuh hati. Selamat berpantang dan berpuasa! (In).

Bentuk puasa apa yang ingin saya persembahkan kepada Allah?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *