Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Jumat, 27 Februari 2026
Yeh 18:21-28
Mzm 130:1-8
Mat 5:20-26
Periksalah Hati Saudaramu
Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. – Mat 5:23-24
Suatu ketika, terjadi selisih pendapat antara saya dan seorang sister dalam komunitas yang membuat suasana pembicaraan menjadi agak tegang. Hal tersebut membuat saya cukup kecewa, namun seiring berjalannya waktu saya sudah bisa menerima kejadian tersebut. Namun, sikap sister itu ternyata tidak sebanding dengan sikap saya ini. Setiap bertemu dalam komunitas, saya merasakan ada yang berbeda, seperti masih ada sesuatu yang disimpan dalam hatinya. Pada saat itu saya berpikir bahwa itu masalah dia, bukan masalah saya karena saya sudah merasa tidak ada “ganjalan” lagi dengannya.
Hari terus berlalu, sampai suatu waktu Tuhan menegur saya dari bacaan Injil hari ini dan memberi hikmat untuk meminta maaf secara langsung kepada sister tersebut. Roh Kudus menyadarkan saya dengan lembut, bahwa ini bukan soal benar atau salah, namun pengampunan dan kerendahan hati untuk mau mengambil inisiatif memperbaiki relasi yang telah rusak. Pelayanan maupun persembahanmu sia-sia jika masih ada sesuatu yang belum beres di hati saudaramu terhadap dirimu.
Saya segera mengirim pesan teks permintaan maaf kepadanya, sambil menunggu waktu untuk bertemu. Hal tak terduga terjadi, ia pun menyambut permintaan maaf saya dengan respon yang sangat berarti dan membuat kesalahpahaman diantara kami menjadi beres.
Melalui sebuah permintaan maaf, namun dapat membuka pintu hati yang menjadikan kami semakin lebih mengenal pribadi masing- masing lebih baik. “Terima kasih Tuhan, melalui Roh Kudus, Engkau selalu mengingatkan kami untuk keluar dari ego dan kesombongan. Biarlah hidup kami sungguh- sungguh menjadi pelaku yang hidup dari Firman-Mu. Amin.” (Yy).
Masihkah ada relasi yang belum beres dan masih mengganjal dengan saudara kita?
No responses yet