Seumur hidup saya sebelum saya menikah, saya datang dari keluarga yang cukup harmonis, menurut saya. Bukan berarti papa mama tidak pernah bertengkar, tetapi mereka setidaknya selalu memilih untuk tetap bersama sampai akhir hayat. Papa kembali ke rumah Bapa tahun 2021.

Salah satu peristiwa keluarga yang sangat mempunyai pengaruh dalam hidup iman saya adalah ketika waktu itu saya baru masuk kuliah, dan cici saya baru memulai karir di pekerjaan pertamanya. Papa, yang di masa mudanya kerja FIFO di luar pulau, dan mempunyai karir yang cukup gemilang di masanya, mengalami masa gagal mempunyai pekerjaan. Sangat sulit di Indonesia saat itu mencari pekerjaan di usia yang sudah tidak muda lagi.

Saat itu kondisi keluarga tentunya tegang. Ada tekanan ekonomi, namun yang paling terasa adalah tekanan emosi karena stress salah satu anggota keluarga pasti berakibat pada komunikasi dan akhirnya berpengaruh ke suasana keluarga secara umum.

Waktu itu, cici dan saya sudah mengenal komunitas dan persekutuan doa. Cici mengajak kami sekeluarga untuk doa keluarga. Setiap malam kami berdoa sebagai satu keluarga, mengajukan beragam intensi, dan salah satu intensi utamanya adalah untuk pekerjaan papa.

Singkat cerita, setelah sekitar setahun lamanya, suatu hari ada telepon dari seseorang yang mencari papa. Ternyata dari seorang teman lama kenalan papa. Temannya ini ditawarkan pekerjaan tetapi dia tidak tertarik, dan mereferensikan papa. Pekerjaan itu akhirnya menjadi pekerjaan rutin terakhir papa sampai sebelum COVID outbreak dan masa pensiun papa.

Pengalaman saya merasakan mukjizat doa keluarga inilah yang membuat saya meneruskan rutinitas ini di keluarga saya sekarang. Apalagi, dengan berbagai tantangan yang berat di masa-masa awal kehidupan kami, dari COVID, kehilangan pekerjaan, masalah visa, dan sebagainya.

Doa keluarga sudah bukan lagi hal yang dipaksakan, namun jadi kebiasaan sebelum tidur yang kalau tidak dilakukan tidak enak rasanya. Anak-anaklah yang malah mengingatkan kami. Dari doa, jadi membaca Alkitab bersama, terutama sejak yang besar pandai dan enjoy membaca, jars of gratitude, dan lain sebagainya untuk cerita di lain waktu.

Teman-teman, doa keluarga besar kuasanya. Tidak ada kata terlambat untuk memulai, mengaktifkan kembali, atau untuk saling menyemangati satu sama lain.

Matthew 18:19-20Again, truly I tell you, if two of you agree on earth about anything you ask, it will be done for you by my Father in heaven. For where two or three are gathered in my name, I am there among them.
(LGA)

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *