Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Minggu, 1 Maret 2026
Hari Minggu Prapaskah II
Kej 12:1-4a
Mzm 33:4-5,18-19,20,22
2 Tim 1:8b-10
Mat 17:1-9
Stop Berdosa!
Lalu Yesus datang kepada mereka dan menyentuh mereka sambil berkata: “Berdirilah, jangan takut! – Mat 17:7
Seperti peribahasa “Tua-tua keladi”, yang idealnya semakin tua semakin menjadi baik. Namun godaan dan dosa tidak memandang usia, justru bisa lebih dahsyat pengaruhnya. Saya pun di usia paruh baya mengalami apa yang namanya godaan jatuh cinta pada istri orang yang aktif dalam pelayanan di gereja. Banyak hal yang ada padanya menarik perhatian saya: paras dan gaya bicaranya, serta keramahannya yang seolah ditujukan pada saya secara pribadi. Saya merasa wanita itu memiliki perasaan yang sama dengan saya.
Sejak saat itu, hampir setiap malam saya membayangkan wajahnya bahkan berfantasi memeluk dirinya. Anehnya, hal itu membuat hati saya senang dan pikiran menjadi rileks. Akhirnya saya sadar bahwa hal ini tidak benar. Saya mulai merasa ada yang sakit di hati saya dan berkata pada diri sendiri bahwa rasa sakit ini muncul karena saya menyadari kesalahan saya namun tetap melanjutkan kesalahan itu.
Injil hari ini menegur saya dengan lembut. Tuhan Yesus adalah Terang yang menyinari batin saya ketika diliputi kegelapan dosa. Ia seolah meminta saya untuk menghentikan khayalan-khayalan yang memberikan “kesenangan” tiap malam itu, yang sangat berbahaya karena dapat menjauhkan saya dari-Nya. Sabda Tuhan yang menyerukan : “Jangan takut!”, membuat saya tersadar bahwa Ia akan menggantikan semuanya itu dengan hal yang benar. Ia juga meminta saya untuk mendekat kepada-Nya dan melepaskan dosa yang merupakan kesenangan sesaat itu. (Yo).
Jika melakukan suatu kesalahan, beranikan saya untuk menghentikannya segera dan berbalik kepada-Nya?
No responses yet