Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Jumat, 6 Maret 2026
Kej 37:3-4,12-13a,17b-18
Mzm 105:16-21
Mat 21:33-43,45-46
Mau Jadi Batu Penjuru?
Batu yang dibuang oleh tukang- tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu. – Mat 21:42-43
Alkisah ada seorang anak yang lahir dari latar belakang keluarga broken home. Kedua orang tuanya berpisah saat anak itu masih kecil. Sampai pada suatu hari, sang ibu yang menjadi satu-satunya penopang hidupnya, jatuh terkena stroke dan tidak bisa bekerja. Tidak terbayangkan betapa hancurnya perasaan anak itu ditambah lagi dengan ayahnya yang tidak bertanggung jawab akan keluarga, membuat anak tersebut jadi memiliki sifat yang liar dan merasa tidak diinginkan oleh siapapun. Perasaan terbuang itulah yang mendominasi perasaan anak itu.
Mungkin kita juga pernah berada di posisi anak tersebut. Kita merasa tak ada yang menginginkan diri kita, merasa terbuang dan dipandang remeh. Namun, ingatlah bahwa di titik paling rendah itu kita masih memiliki Tuhan yang penuh dengan belas kasih. Tuhan yang sanggup mengangkat kita dan menjadikan kita sebagai batu penjuru (fondasi pada sebuah bangunan untuk menyatukan dan menopang bangunan yang lain, bersifat kokoh, besar, dan akurat). Meski tidak mudah dan seringkali prosesnya panjang dan berat, namun Tuhan sangat menginginkan hal itu dari kita, dan percayalah Ia akan selalu menyertai dan memampukan kita.
Waktu Tuhan sudah semakin dekat. Jika kita sendiri tidak bersiap hari ini, bagaimana kita dapat ambil bagian untuk memenangkan orang lain mengenal Kristus? Bersiaplah diri dan kemudian mulai menjangkau orang lain dari lingkup terkecil yakni keluarga. Bawalah nama anggota keluarga anda satu per satu di hadapan Tuhan agar Tuhan sendiri yang akan memenangkan jiwa mereka. (MF).
Maukah saya dipakai sebagai batu penjuru yang memenangkan jiwa banyak orang?
No responses yet