Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Jumat, 13 Maret 2026

Hos 14:2-10

Mzm 81:6-11,14,17

Mrk 12:28b-34

Mengasihi Tuhan

… dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. – Mrk 12:30b

Mencintai Allah dengan segenap akal budi dan dengan segenap kekuatan. Seperti apakah yang dimaksud dari penggalan ayat Injil tersebut? Kalau saya lemparkan pertanyaan ini kepada anak-anak, mereka mungkin akan mencoba untuk menjawab, “Membaca Kitab Suci? Berdoa setiap hari? Rajin pergi ke gereja dan mengikuti misa, apa lagi ya?” Lalu saya bertanya lagi, bagaimana dengan segenap kekuatan? “Hmm.. Kalau hujan, tetap ke gereja, kalau malas, ya harus dilawan, itu segenap kekuatan.” Tentu tidak hanya sebatas dalam rutinitas semua yang saya sebutkan itu , namun harus masuk lebih dalam lagi yaitu pada praktik kasih dalam sikap perbuatan yang nyata.

Saya bekerja dengan anak-anak kelas 1 dan 2 SD, usia 7-8 tahun, sebagai katekis, anak-anak di usia tersebut senang bersosialisasi, semua suka bicara, suka bertanya, suka bercanda, dengan lucunya. Pekerjaan ini memang sangat menguji saya dalam bersikap, berusaha tenang, tegas, tanpa marah walaupun sering kesal. Pernah suatu ketika, saya merasa sangat tertekan berhadapan dengan situasi yang berisik, padahal saya harus menyampaikan suatu materi. Puji Tuhan, saya mampu mengatasi situasi tersebut. Pada akhir sesi, seperti biasa saya akan menanyakan mereka mau menyanyi apa, seorang anak mengusulkan lagu Buah-buah Roh, yang bunyinya Kasih Sukacita, Damai Sejahtera, Kesabaran, Kemurahan, Kesetiaan, Kelemah- lembutan, Penguasaan Diri, Inilah Buah Roh Kudus, mengalir dalam hidupku…wah, tanpa sadar, meski ekspresi wajah saya netral, akhirnya menetes juga air mata, karena lewat lagu tersebut saya diingatkan bahwa Roh Kudus turut bekerja. Kisah tadi mengingatkan bahwa mencintai sesama pun haruslah dibantu Roh Kudus.

Akhirnya baik mencintai Allah dan mencintai sesama sesungguhnya saling berhubungan, dengan mencintai sesama, dan kita pada akhirnya akan melihat bagaimana Roh Kudus bekerja, sedangkan saat melihat kerja Roh Kudus, kita juga melihat Allah bekerja. (AS).

Apakah aku sudah mencintai Allah dengan segenap akal budi dan kekuatan?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *