Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Minggu, 15 Maret 2026
Hari Minggu Prapaskah IV
1 Sam 16:1b,6-7,10-13a
Mzm 23:1-6
Ef 5:8-14
Yoh 9:1-41
Di Luar Rencana
“Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?” Jawab Yesus: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia. – Yoh 9:2-3
Makna beribadah bukan saja soal sujud di gereja, dengan liturgi dari awal sampai akhir. Ibadah adalah penyembahan kita kepada Allah dalam berbagai macam bentuk. Pada Bacaan Injil hari ini dikatakan bahwa orang buta itu menerima kesembuhan. Saya yakin ia merasa sangat bahagia, bersukacita dan memuji sosok yang memberi kesembuhan tersebut, yaitu Yesus. Kata bersukacita merupakan salah satu tanda hadirnya Allah. Dan di mana Allah hadir, maka di situ akan terjadi penyembahan karena mukjizat terjadi entah itu mukjizat yang besar ataupun yang kecil.
Beberapa waktu lalu, dua teman saya berkunjung ke rumah saya. Hari itu adalah hari Minggu. Mereka tinggal di Jakarta, sedangkan saya di Tangerang. Durasi jarak tempuh kira-kira satu setengah jam, dan mereka tempuh dengan mengendarai motor. Mereka sampai di rumah saya kira-kira jam satu siang. Kami pun ngobrol dan becanda dengan sukacita. Dan di tengah kebersamaan tersebut, saya teringat bahwa ada satu masalah di rumah saya yang tidak dapat saya tangani sendiri sehingga saya pun minta bantuan mereka. Sore menjelang malam, kami baru selesai membereskan masalah itu namun saya baru tahu bahwa ternyata kedua teman saya ini belum ke gereja.
Singkat cerita mereka tidak ke gereja karena kelelahan dan juga jarak yang jauh untuk pulang ke Jakarta. Waktu itu saya hanya dapat memberikan penghiburan kepada mereka, bahwa pertolongan yang mereka berikan kepada saya juga merupakan ibadah kepada Tuhan.
Saudara terkasih saya tidak membenarkan sepenuhnya keputusan mereka untuk tidak pergi ke gereja, namun kejadian waktu itu di luar rencana kami, dan semoga Tuhan Yang Murah Hati berkenan memaafkan kami. (In).
Tuhan ampuni kami, ketika ada tindakkan- tindakkan kami yang tidak berkenan dihati-Mu.
No responses yet