Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Minggu, 22 Maret 2026
Hari Minggu Prapaskah V
Yeh 37:12-14
Mzm 130:1-8
Rm 8:8-11
Yoh 11:1-45
Allah yang Menghidupkan
Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup;barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” – Yoh 11:25
Vincent, demikian saya memanggilnya, sesuai dengan nama baptisnya Vincentius. Ia adalah salah satu dari kaum muda yang menolak untuk diam, dan memilih cara-cara kreatif untuk menghadirkan wajah Allah baik lewat jejaring sosial maupun aktif ikut dalam kegiatan paroki. Suatu ketika, ia bercerita bahwa pada tahun 2019 ia bergabung menjadi co-founder Asia Catholic Photography. Dalam jejaring sosial tersebut, ia bersama teman- temannya berusaha keras menampilkan wajah gereja-gereja di Asia dengan segala kekayaan iman dan inkulturasi. Jejaring sosial tersebut bukan hanya sekedar menampilkan image indah yang memanjakan mata, tetapi berupaya “menghidupkan” cinta akan Gereja Katolik yang universal.
Di tengah kesibukannya sebagai karyawan swasta, ia juga seorang aktivis di paroki sebagai koordinator pemazmur. Dalam hidup kesehariannya, ia bahkan tidak mengincar sesuatu yang luar biasa, spektakuler, dan menggelegar. Ia adalah seorang OMK yang memilih jalan-jalan sederhana dengan kesetiaan besar seperti halnya jalan sederhana yang ditampilkan St. Theresia Lisieux.
Injil hari ini bernuansa gembira, mengisahkan Lazarus yang dibangkitkan. Dalam kisah ini ditegaskan pengakuan Yohanes bahwa Yesus Kristus adalah kebangkitan dan hidup, siapa yang percaya kepada-Nya akan sampai kepada kehidupan. (bdk. Yoh. 11:23-26). Gambaran Yohanes tentang Yesus dalam kisah ini memancarkan kemuliaan Ilahi, namun juga memperlihatkan hidup manusiawi yang utuh.
Di penghujung prapaskah ini, kita diajak untuk mempercayakan hidup kita kepada Kristus, dengan membuka diri, batin, dan membangun relasi yang hangat dengan-Nya. Semakin bersatu dengan Kristus yang hidup, kita juga semakin berupaya menghidupkan kembali semangat kasih, bela rasa, dan persahabatan dengan Allah , dengan cara-cara kreatif, dalam keseharian dan kesederhanaan. Jangan sampai membiarkan ada iman yang menjauh, dan mati. (BW)
Kiranya saya tidak lelah mewartakan Yesus, yang bangkit dan hidup.
No responses yet