Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Selasa, 24 Maret 2026

Bil 21:4-9

Mzm 102:2-3,16-18,19-21

Yoh 8:21-30

Tidak Sendiri

… Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. – Yoh 8:29

Beberapa tahun lalu saat sedang mengendarai motor saya melihat seorang ibu tua (simbah, dalam bahasa Jawa) sedang duduk sendirian pada sebuah angkringan (gerobak untuk jualan makanan) di pinggiran jalan raya. Saya akhirnya mampir ke warung angkringan tersebut, menu makanannya pun tidak bervariasi. Namun yang justru menarik bagi saya adalah sosok simbah itu. Ternyata simbah itu penjual angkringan tersebut. Saya lalu memesan segelas es teh dan memakan kacang goreng dalam sebungkus plastik kecil, karena ia sendirian saya pun bertanya; “Sendirian saja buk?”, simbah itu menjawab sambil tersenyum simpul, “Saya bersama Tuhan”. 

Wow…. dalam hati saya cukup terkejut dengan jawabannya. Jawaban sederhana tapi terasa penuh iman dan keyakinan. Saya pun mulai menerka-nerka dan bertanya dalam hati, jangan-jangan simbah ini seorang Kristiani? Ternyata dugaan saya benar. Perempuan berumur sekitar 65-70 tahun itu adalah seorang janda. Suaminya telah meninggal, ia memiliki 3 orang anak, beberapa cucu, dan seorang cicit.

Simbah tersebut mengatakan bahwa ia berjualan sendirian dari pagi sampai sekitar pukul 20.00 malam. Jika dirinya ada acara di gereja, atau kegiatan lainnya meminta anaknya untuk ganti menjaga warung itu. Warungnya meminjam tanah milik orang lain yang tidak digunakan, dan ternyata sampai saat itu pun gerobaknya belum selesai dilunasi. Ketika saya tanyakan apakah sudah banyak pelanggan. Ia menggeleng dengan senyuman sambil berkata, orang yang mampir makan hanya yang kebetulan lewat saja. Sungguh, saya merasa beruntung hari itu dapat mengenal sosok simbah itu, serta dapat belajar tentang sebuah kebesaran jiwa, jiwa yang penuh keyakinan iman, bahwa Tuhan selalu menemaninya. (BS).

Semoga kita tetap kuat dan terus berpengharapan dalam iman bahwa ada Tuhan yang selalu setia menemani ketika kita dalam kesendirian serta ada diberbagai persoalan hidup lainnya.

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *