Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Minggu, 29 Maret 2026

Hari Minggu Palma Mengenangkan

Sengsara Tuhan

Yes 50:4-7

Mzm 22:8-9,17-20,23-24

Flp 2:6-11

Mat 26:14 – 27:66

Hati-hati Terhasut

Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan tua-tua, orang banyak bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati. – Mat 27:20

Hasutan atau provokasi terkadang membuat orang lupa dengan akal sehat sehingga menyebabkan diri lebih dikontrol oleh adrenalin dan perasaan menggebu. Bisa kita lihat saat terjadi demo besar, protes yang dilakukan pada pemerintah waktu itu, dimana banyak orang bersosmed turun ke jalanan, yang tadinya tertib kemudian berubah menjadi anarkis dan penjarahan. Padahal tidak seharusnya seperti itu. 

Hasutan memang berbahaya jika berisi pesan yang tidak benar. Hasutan yang sama pernah terjadi untuk menghukum Yesus. Karena tekanan banyak orang, akal sehat tidak lagi dipakai dalam membuat keputusan. Yesus yang tidak bersalah pun mendapat hukuman mati, menggantikan Barabas yang memang bersalah. 

Bagaimana dengan kita? Apakah masih mudah terhasut walaupun tahu itu tidak benar? Apakah terlalu gampang percaya omongan orang tanpa menggunakan akal sehat? Apakah kita langsung mengkuti dorongan untuk ikut-ikutan orang banyak lainnya? Perlu diingat bahwa Tuhan Yesus menjadi manusia dan dihukum mati karena hasutan orang banyak. 

Jadi, jangan terbawa arus hasutan yang tidak benar. Kita harus berpegang pada nilai-nilai yang tertanam dalam iman. Setiap kali ada perasaan menggebu terkena hasutan, ambillah waktu sejenak untuk berpikir dengan jernih dalam melangkah. Dengan demikian kita bisa terhindar dari salah melangkah. Jangan sembrono. Pikirkan dengan matang dahulu. Mari tetap waspada dan memegang teguh nilai-nilai kebaikan yang Tuhan ajarkan. (Aw).

Jika aku ada di jaman dulu, apakah aku akan terkena hasutan atau akan membela Yesus?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *