Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Senin, 30 Maret 2026
Yes 42:1-7
Mzm 27:1-3,13-14
Yoh 12:1-11
Hatimu
“Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.” – Yoh 12:8
Saya terlibat dalam pengumpulan dana pembangunan gereja. Sekarang ini banyak sekali cara yang dipakai untuk mengumpulkan dana. Yang lagi trend, menyumbangkan sejumlah dana dan nama si penyumbang ditulis pada tembok atau bangku gereja. Hal tersebut dinilai cukup efektif, terbukti banyak orang segera berbondong-bondong menyumbang, dan tentu saja dana yang dibutuhkan segera terkumpul. Namun, tak jarang juga terdengar komentar atau cibiran “Ah, yang bisa ikutan hanya orang kaya” atau komen lain, “Ngapain berbangga dengan namanya dipasang?” Sebagai pengumpul dana, saya sering berbisik dalam hati “Sudahlah, uangnya saja manaaaa..” Wkwkwk..
Bacaan hari ini, mengingatkan dalam hal pemberian kepada-Nya. Maria mengurapi kaki Yesus dengan minyak narwastu yang mahal, namun Yudas menganggapnya terlalu mahal dan tidak perlu. Kemudian kata Yesus, “Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.” (Yoh. 12:8). Wow, serem banget yaa. Ia tak melihat mahalnya suatu barang, tetapi bagaimana Maria mencintai-Nya dan memberikan yang terbaik.
Saat kita memberi pun, seringkali ada orang lain yang berasumsi, bisa baik bisa buruk. Namun, itu tidaklah penting, karena yang terpenting adalah si penerima tahu, kita memberi karena apa dan untuk apa. Pada akhirnya memang hati kitalah yang akan menjadi ukurannya. (AS).
Apakah saya memberi karena mengasihi Dia?
No responses yet