Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Sabtu, 4 April 2026

Sabtu Suci

Kej. 1:1 – 2:2

Mzm. 118:1-2,16-17,22-23

Rm. 6:3-11

Mat. 28:1-10

Manusia Baru

“Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.” – Rm 6:11

Sudahkah kita yang telah dibaptis ini meninggalkan cara hidup yang lama dan menjadi manusia baru sesuai dengan kehendak-Nya? Pertanyaan yang cukup menjadi perenungan mendalam pada hari ini ketika akan menantikan kebangkitan Yesus Kristus dan mempersiapkan diri untuk Perayaan Paskah. 

Pada bacaan hari ini, tulisan Paulus sangat jelas menekankan bahwa kita telah mati terhadap dosa dan hidup untuk Allah dalam Kristus Yesus, yang artinya kita harus hidup dengan cara yang baru dan meninggalkan kehidupan lama yang dikuasai oleh dosa. Hidup bebas dari dosa dan menjalani hidup yang suci untuk mencapai kekudusan.

Di zaman yang serba modern ini, banyak sekali teknologi yang super canggih menyita waktu kita, salah satunya seperti asyiknya berselancar di sosial media, bermain game, dan berinteraksi dengan sesama secara instan. Semua itu bisa kita dapatkan melalui satu alat, yaitu handphone. Tentu hal ini baik untuk perkembangan zaman, tetapi apakah kita sudah menggunakannya dengan baik, ataukah malah semakin terperangkap oleh kebutuhan duniawi sehingga melupakan apa yang menjadi kebutuhan rohani kita? Hal ini sangat menjadi konsentrasi perenungan saya sehari-hari. 

Tidak mudah bagi saya untuk menemukan solusinya, tetapi dengan tekat yang kuat saya mencoba lebih meluangkan waktu untuk melayani dan bersosialisasi di lingkup Gereja, mencari referensi tentang ajaran Gereja, dan belajar lebih lagi untuk mendalami Ajaran Katolik melalui buku-buku rohani. Memang tidak mudah, tetapi marilah berusaha berbuat yang terbaik dalam kehidupan ini untuk kemuliaan-Nya. 

Semoga setelah mengikuti Perayaan Ekaristi pada malam Vigili Paskah ini, kita menjadi manusia baru yang hidup untuk Allah dan selalu menanggapi kehendak-Nya dengan tuntunan Roh Kudus. (AA).

Tuhan Yesus Kristus, hanya Engkaulah Allah yang hidup bagi kami.

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *