Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Rabu, 8 April 2026
Kis 3:1-10
Mzm 105:1-4,6-9
Luk 24:13-35
Tinggallah Bersama Kami
Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: “Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam.” Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka. – Luk 24:29
Kisah tentang perjalanan dua murid Yesus menuju Emaus mengingatkan kita pada tulisan di atas makam Raja George VI dari Inggris. Tulisan tersebut diambil dari puisi karya Minnie Louise Naskins tahun 1908. Tulisan itu berbunyi: aku berkata kepada orang yang berdiri di ambang masa, “Berikanlah sebuah lampu kepadaku agar aku dengan aman dapat memasuki dunia ketidaktahuan!” dan dia pun menjawab, “Pergilah memasuki dunia kegelapan dan letakkan tanganmu dalam genggaman Tuhan. Hal itu akan lebih baik daripada lampu dan lebih aman daripada jalan yang jelas.”
Kisah dua murid Yesus yang berjalan kembali ke Emaus adalah kisah yang manusiawi. Mereka kehilangan harapan, apa yang menjadi harapan pada Yesus berakhir dengan pahit. Yesus wafat disalib. Sehingga mereka berdua memutuskan untuk berjalan kembali ke kampung halaman, Emaus, dan memulai rutinitas yang lama yang pernah mereka jalani. Namun, Yesus hadir dalam perjalanan bersama mereka, menemani, membuka mata mereka lewat pemecahan roti. Pada akhirnya Yesus yang tinggal bersama mereka malam itu mengubah hidup kedua rasul. Mereka berdua dikuatkan, diteguhkan, dan kembali ke Yerusalem dengan harapan baru, dengan iman yang berkobar- kobar.
Sering kali, kita pun mudah merasa galau dan putus asa ketika impian dan harapan tak sejalan dengan kenyataan. Tidak jarang kita mudah menyerah dan berlari pada hiburan tidak sehat yang sementara. Kita lupa bahwa segala sesuatu bisa diperbaiki dan dimaknai jikalau kita mau membuka diri. Membiarkan diri disentuh dan diubah oleh-Nya. (BW).
Rahim Allah yang mengubah, kandungilah kami dan ciptakan lagi hidup; Iman yang senantiasa menguatkan, pengharapan yang terus menantikan, dan kasih awal yang sejati.
No responses yet