Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Sabtu, 11 April 2026
Kis 4:13-21
Mzm 118:1,14-21
Mrk 16:9-15
Menjadi Saksi-Nya
Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya. – Mrk 16:11
Ternyata menjadi saksi-Nya itu tak mudah. Secara langsung akan terseleksi oleh alam, yakni kesiapan kita secara mental, jiwa, dan raga; kemauan dan kemampuan; serta keberanian kita. Siap ditempa hingga masuk tahap memberi diri untuk menjalankan misi perutusan-Nya.
Untuk menjadi saksi-Nya diperlukan perjuangan yang ekstra, karena tak akan pernah ada habisnya untuk memperjuangkannya. Harus siap mental, tahan banting, pantang menyerah dan memiliki api semangat yang senantiasa berkobar. Apalagi ketika sudah menjadi saksi-Nya, akan semakin berat karena adanya penolakan atau penyangkalan dari sekitar. Namun ketika semua itu dihadapkan pada kita, ingatlah kembali bagaimana Yesus yang juga pantang menyerah untuk menampakkan diri-Nya kepada kita. Meski kita tak percaya dalam perjumpaan pribadi dengan-Nya, Ia tetap berusaha keras menampakkan diri dalam lingkup yang lebih luas. Ia sangat memperjuangkan kita hingga pada akhirnya kita percaya kepada-Nya.
Bayangkan saja, Yesus yang jabatan dan kekuasaan-Nya lebih tinggi saja mengalami penolakan dan kesulitan, apalagi kita yang hanya sebagai murid-Nya, dengan level yang jauh lebih rendah, kita pasti akan semakin dihadapkan pada banyak rintangan yang ada. Meski demikian, tetaplah terarah pada sosok Sang Guru, Ia memberikan teladan bagaimana untuk tidak menyerah dalam kondisi apapun.
Itu jugalah yang menjadi kekuatan bagi saya dalam menjalankan panggilan-Nya. Selalu terarah pada-Nya memberikan kekuatan dan memampukan saya untuk bisa tetap setia dalam panggilan di tengah kondisi yang tak memungkinkan, baik secara internal maupun eksternal. Kondisi fisik dan respon dari sekitar yang sering menggoyahkan kita dalam menjalani panggilan hidup kita sebagai saksi-Nya. Namun, mari kita senantiasa focus dan setia berjalan bersama-Nya dalam tugas panggilan kita sampai akhir. (Cr).
Sudahkah saya mengarahkan hati dan pikiran kepada-Nya ketika dihadapkan pada sesuatu yang menggoyahkan panggilan sebagai saksi-Nya?
No responses yet