Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Minggu, 26 April 2026
Hari Minggu Paskah IV / Hari Minggu Panggilan
Kis 2:14a,36-41
Mzm 23:1-6
1 Ptr 2:20b-25
Yoh 10:1-10
Tuhan Adalah Gembalaku
Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. – Yoh 10:10
Minggu Paskah keempat merupakan Minggu Panggilan atau disebut juga Minggu Gembala Yang Baik karena setiap tahun Gereja selalu memilih Injil dari Yohanes, khususnya bab 10 : Yesus memperkenalkan diri-Nya sebagai Gembala yang Baik. Menariknya, Yesus juga menegaskan soal pencuri dan perampok yang hanya mementingkan kepentingan diri atau golongannya saja (seperti Pemimpin Yahudi atau Golongan Farisi).
Hari ini, kita diajak merenungkan akan panggilan-Nya, suara-Nya, dan tuntunan-Nya dalam hidup kita masing-masing. Kira-kira apakah kita masih bisa mendengar suara-Nya di tengah kesibukan pekerjaan, ruwetnya masalah ataupun keramaian berita? Semuanya bersaing untuk mendapatkan perhatian kita. Bagi saya, salah satu peristiwa untuk berjumpa dengan Yesus adalah mengikuti Perayaan Ekaristi di Gereja. Meski Sabda Tuhan saya dengar, tapi seringkali juga tidak terasa apa-apa, karena pikiran saya mengharapkan yang lain atau lebih tertarik pada orang yang lalu lalang di sekitar saya.
Suatu ketika, pikiran dan hati saya tertuju pada renungan dari Injil hari itu yaitu “Akulah pokok anggur dan kamulahranting-rantingnya…”(Yoh 15:5). Saya seperti diingatkan untuk tidak hanya memenuhi panggilan-Nya dalam lingkup keluarga, teman, dan pekerjaan saja. Hingga pada akhirnya saya terdorong untuk ikut terlibat dalam kegiatan di lingkungan, meskipun pada awalnya saya merasa malu dan canggung untuk menghubungi ketua lingkungan, bahkan sempat enggan karena banyak keraguan berkecamuk dalam hati saya.
Setelah saya bergabung dan aktif di lingkungan, saya merasakan hidup makin berkelimpahan (bukan secara materi). Saya menemukan keluarga baru, belajar saling melengkapi dan merasakan kasih-Nya. Saya pun sungguh merasakan tuntunan-Nya: “Seandainya engkau telah memperhatikan perintah- perintahKu, maka damaimu akan seperti sungai, dan kebenaranmu seperti ombak-ombak lautan.” (Yes.48:18). Semoga Mazmur “Tuhan adalah Gembalaku” selalu menjadi nyanyian dan sukacita kita dalam hidup. (TS).
Apakah kita sudah membuka hati untuk mendengarkan suara-Nya?
No responses yet