Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Kamis, 14 Mei 2026
Hari Raya Kenaikan Tuhan
Kis 1:1-11
Mzm 47:2-3,6-9
Ef 1:17-23
Mat 28:16-20
Aku Senantiasa Menyertaimu
Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” – Mat 28:20b
Saya memiliki seorang keponakan laki-laki, yang sekarang sudah berusia 7 tahun. Saat usianya menginjak 3 tahun , ia agak penakut. Dari kecil, ia selalu tidak mau jauh dari saya ataupun orang tuanya. Pernah saat kami sekeluarga berpergian keluar kota, di suatu tempat wisata, saya harus ke toilet, dan menitipkan dia kepada neneknya. Beberapa saat kemudian, keponakan saya ini menyadari bahwa saya tidak ada di dekatnya. Seketika itu juga, ia menangis histeris, seolah seperti anak yang tersesat. Dari toilet umum yang cukup jauh jaraknya, saya mendengar tangisan dan teriakannya memanggil saya. Dia seolah tidak menyadari, bahwa sebenernya saya tidak pergi jauh meninggalkannya, saya tetap berada di sekitarnya. Saya pun , segera kembali menghampirinya dan menghentikan tangisannya.
Mungkin kita pun, pernah berada dalam situasi tersebut. Merasa sendirian dan ditinggalkan. Dalam doa, yang sepertinya sudah sampai menangis dan berteriak seperti anak kecil berusia 3 tahun tersebut, namun tak kunjung mendapatkan jawaban.
Namun, apakah iman kita tidak bertumbuh dan sama seperti iman seorang anak kecil itu, dan tidak percaya bahwa ia tidak pernah ditinggalkan? Apakah tidak cukup, pernyataan Tuhan pada Injil hari ini; “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman”?
Jika Tuhan Yang Maha Kuasa saja senantiasa menyertai kita sampai akhir zaman, lalu apa yang perlu kita takutkan di dunia ini? Siapapun kita di dunia ini, seorang pejabat, pengusaha, pencari kerja, bahkan seseorang yang sedang sakit dan tak berdaya sekalipun, Ia akan senantiasa menyertai melalui seorang penolong, yaitu Roh Kudus.
Jadi..percayalah, jangan takut, dan beriman sepenuhnya kepada Allah yang hadir dalam setiap nafas kehidupan kita. (MD).
Bapa yang penuh kasih, terima kasih atas setiap penyertaan-Mu dalam setiap nafas kehidupanku di dunia ini.
No responses yet