Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Senin, 18 Mei 2026

Kis 19:1-8

Mzm 68:2-7

Yoh 16:29-33

Panggilah Nama Yesus

…. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” – Yoh 16:32-33

Mengikut Yesus tidak akan lepas dari yang namanya penderitaan dunia, namun mari tenangkan hati kita, sebab Tuhan Yesus telah lebih dulu mengalahkan dunia, maka kita pun pasti juga dapat mengalahkan dunia (masalah) di dalam nama-Nya.

Ada masa ketika kita berada dalam duka seringkali merasa seolah tidak mampu memikulnya, ditambah lagi merasa sendirian, tak punya siapapun di sisi kita. Jika saudara termasuk orang yang mengalami hal itu, tenanglah ada Dia, pribadi yang selalu siap siaga menemani, menolong, dan menghibur melebihi siapaun di dunia ini. 

Ia akan selalu ada di dalam setiap situasi perjalanan hidup manusia saat sedang dalam fase berjalan dalam lembah (masalah, kehilangan semangat dan pengharapan). Situasi yang sebenarnya wajar karena semua orang pasti akan melalui hal itu. Yang terpenting adalah kita jangan larut di dalamnya, carilah jalan keluar dengan datang kepada Tuhan. 

Tentu masalah tidak akan langsung hilang, namun setidaknya kita memperoleh Rahmat-Nya yang menenangkan sehingga akan membuat emosi dan pikiran lebih damai, kemudian kita dapat mengambil sikap yang bijak tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya terhadap kesulitan yang sedang dialami. Dan, percayalah jika tetap setia berada dalam relasi dengan-Nya, perlahan masalah akan terselesaikan, bahkan kadang tanpa kita menyadarinya ada saja jalan keluar yang menyelesaikannya.

Janji Allah untuk menyertai, menguatkan, dan memberi solusi dalam setiap kesulitan kita tidak akan pernah Ia ingkari. Jadi, yuk terus berseru panggil nama Tuhan Yesus, dan dengarkan serta lakukan apa yang Ia perintahkan, maka hidup kita akan selamat.

Mari bersyukur karena memiliki Allah sebagai Bapa, Sahabat yang setianya tidak tertandingi. Teruslah berseru memanggil nama-Nya Yesus…Yesus…Yesus dengan tidak ragu! (In).

Dalam peristiwa apa, saya merasa sangat terpuruk, namun dapat merasakan kehadiran dan pertolongan-Nya?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *