Minggu lalu, sempat ada satu malam di mana hujan turun dengan sangat deras. Malam itu, anak saya baru selesai soccer training dan langsung pergi mandi setelahnya.

Saat mandi dengan siraman air hangat dari shower, dia memperhatikan bahwa genangan air di kamar mandi tidak kunjung turun. Semakin lama, air semakin tinggi hingga setinggi mata kaki.

Dia pun memanggil saya untuk melihat apa yang terjadi. Saya datang dan melihat genangan air tersebut. Saya berpikir mungkin karena hujan deras, aliran resapan air mengalir balik sehingga air tidak surut-surut.

Saya pun menunggu sekitar 30 menit dengan asumsi bahwa air pasti akan surut dalam waktu tersebut. Namun, asumsi saya salah. Genangan air itu masih tetap setinggi mata kaki.

Lalu saya mengambil kabel spiral pembersih saluran untuk membersihkan kemungkinan adanya penyumbatan di dalam pipa. Selama 45 menit, saya berusaha memasukkan seluruh kabel tersebut, tetapi hanya bisa masuk sedalam sekitar 35 cm saja. Semakin keras saya berusaha, semakin sulit kabel itu dimasukkan. Akhirnya, saya menyerah setelah hampir satu jam mencoba.

Saat masuk kembali ke dalam kamar dan melewati rak TV, saya melihat sebuah bookmark bertuliskan WWJD — What Would Jesus Do?

Tentu saja, ketika Tuhan Yesus membutuhkan kekuatan atau pertolongan dari Bapa-Nya, Dia pasti berdoa. Akhirnya saya pun memutuskan untuk berdoa, memuji, dan menyembah selama sekitar 30 menit.

Meskipun mungkin terlihat bukan hal yang serius di mata manusia untuk melibatkan Tuhan dalam masalah seperti ini, saya percaya bahwa Tuhan tidak pernah mengabaikan anak-Nya yang berseru memanggil nama-Nya.

Setelah itu, saya mencoba lagi menggunakan kabel spiral pembersih saluran sambil berkata, “Di dalam nama Yesus!” Tahu-tahu kabel tadi bisa masuk sepenuhnya, dan saya mulai memutarnya selama beberapa menit. Pada awalnya sangat sulit diputar, tetapi setelah beberapa saat akhirnya terasa lebih ringan dan air pun perlahan mulai surut.

Ketika saya mengeluarkan kembali kabel tersebut, ternyata begitu banyak akar pohon yang ikut terbawa keluar. Saat itu saya yakin bahwa ada bagian dari pipa saluran yang pecah sehingga akar pohon dapat masuk ke dalamnya.

Dari kejadian itu, saya merasa diingatkan tentang kehidupan kita. Betapa sering hidup kita terhimpit oleh “akar-akar” dunia. Seperti air yang tidak dapat masuk ke saluran air ke menuju ke tempat seharusnya, rahmat Tuhan tidak dapat mengalir kepada kita dan kita tidak dapat merasakan kasihNya dengan sepenuhnya.

Hal ini mengingatkan kita untuk senantiasa membiarkan Tuhan bekerja membersihkan semua himpitan duniawi dalam hidup kita. Meluangkan waktu untuk berhenti sejenak dari kesibukan hidup dan mendengarkan suara Tuhan akan menolong kita memahami kuasa-Nya dan apa yang dapat Dia lakukan dalam hidup kita.

Amsal 3:5-6 – “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu
(ANT)

Categories:

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *