Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Selasa, 9 Juni 2026

1 Raj 17:7-16

Mzm 4:2-5,7-8

Mat 5:13-16

Bercahayalah 

Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. –  Mat 5:16

Belakangan ini saya bermain sebuah game dengan konsep ‘anak-anak cahaya’, dimana dari setiap karakternya mengandalkan cahaya agar mereka bisa terbang. Ketika cahayanya padam, dia harus mencari cahaya terdekat atau teman lain yang masih bercahaya agar bisa mengisi energi untuk bisa terbang lagi. Sayangnya, mencari sumber-sumber cahaya ini sangat menantang bagi saya, harus berpetualang cukup lama dan sulit untuk mendapatkannya.

Korelasi antara perikop hari ini dengan game yang saya mainkan adalah kita harus terus mencari sumber cahaya, yaitu Kristus sendiri, agar iman kita semakin bertumbuh dan bertahan dalam perjalanan hidup kita. Sehingga dengan cahaya yang tidak mudah padam ini, kita bisa membantu orang lain yang sedang kehabisan cahaya dalam perjalanan hidupnya. Seperti game ini, saat mencari sumber cahaya juga terkadang sulit. Sumber cahayanya bisa berada dalam gua yang gelap atau di atas bangunan tinggi yang untuk mencapainya harus bersusah payah. 

Demikian pun dengan iman kita akan Kristus, yang justru akan makin kuat dan bertumbuh ketika kita mengalami kesulitan hidup. Misalnya seperti yang dialami teman saya yang masalahnya hampir sama seperti masalah yang saya hadapi. Dan Saat ia sharing, kemudian saya pun menguatkannya, bagaimana saya berjuang bisa melewati kesulitan itu dengan terus mencari cahaya Kristus dan tidak menyerah. Puji Tuhan teman saya merasa terberkati dan dikuatkan 

Mari senantiasa datang kepada terang Kristus, agar diri kita pun bercahaya, dan kemudiaan dapat menerangi orang lain yang cahayanya sedang redup. (PL).

Apakah kita sudah siap bercahaya bagi dunia?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *