Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Rabu, 10 Juni 2026
1 Raj 18:20-39
Mzm 16:1-2a,4,5,8,11
Mat 5:17-19
Utuh
Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. – Mat 5:17
Menurut KBBI, menggenapi diambil dari kata genap yang artinya penuh; utuh (tidak kurang); lengkap. Jadi secara harfiah maksud kedatangan Yesus adalah untuk melengkapi dan menyempurnakan Taurat, bukan untuk menggantikan atau menghilangkan aturan- aturan tersebut.
Rasul Paulus (Roma 2:17-20), menyoroti bagaimana orang-orang Yahudi dengan munafik membanggakan diri atas hukum Taurat, tapi gagal mentaati Firman Allah dengan benar. Alkitab sendiri memberikan beberapa contoh bagaimana ahli-ahli Taurat meninggikan diri dan merendahkan orang lain. Dalam Injil Matius 12:10-13, di mana Yesus menyembuhkan seorang yang tangannya lumpuh, orang Farisi bertanya kepada-Nya apakah boleh menyembuhkan seseorang pada hari Sabat. Mereka berusaha menjebak-Nya dalam pelanggaran hukum Taurat. Yesus menjawab dengan contoh jika seseorang memiliki domba yang jatuh ke dalam lubang pada hari Sabat, mereka pasti akan menolongnya.
Dengan demikian, Ia menegaskan bahwa manusia jauh lebih berharga daripada domba, sehingga menyembuhkan seseorang pada hari Sabat adalah tindakan yang benar. Yesus juga mencontohkan dengan jelas tentang kasih dalam Taurat, Yesus tidak ingin orang merasa takut dengan hukum sehingga mengesampingkan kasih.
Di sinilah maksud dari kehadiran Yesus ke dunia untuk menggenapi Taurat. Yesus dengan keras mengingatkan mereka bahwa hukum tidak dimaksudkan untuk menghalangi kasih dan belas kasihan. Yesus menegaskan bahwa Dia adalah Tuhan atas Taurat, dan tujuan dari Taurat adalah untuk melakukan kebaikan dan menyelamatkan hidup, bukan untuk membatasi tindakan kasih.
Kehadiran Yesus adalah Taurat yang utuh. (PL).
Terima kasih Tuhan Yesus atas kehadiran-Mu, untuk menyempurnakan Taurat, dan mampukan kami untuk melakukanya dengan setia dan taat.
No responses yet