Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Selasa, 21 Juli 2026
Mi 7:14-15,18-20
Mzm 85:2-8
Mat 12:46-50
SAUDARA
Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku. – Mat 12:50
Ajaran Yesus yang menjelaskan arti “saudara” dan perintah mengasihi sesama, bahkan musuh, dengan menunjukkan belas kasihan universal tanpa memandang latar belakang, suku, atau agama dapat kita baca juga dalam Injil (Luk 10:25-37) yaitu tentang perumpamaan orang samaria yang baik hati.
Sering kali kita berpatokan untuk berbelas kasih terhadap yang seiman saja, atau yang sealiran, dan kita cenderung bersitegang dengan orang-orang yang bersebrangan dengan prinsip hidup kita, tapi ternyata bukan itu yang Yesus kehendaki, Yesus ingin kita mengasihi tanpa pengecualian.
Menurut sejarah, Orang Samaria adalah kelompok etnis dan keagamaan yang mendiami wilayah Samaria (utara Yudea) dan dimusuhi oleh orang Yahudi pada zaman Yesus karena alasan sejarah, pernikahan campur dengan bangsa asing, serta perbedaan tempat ibadah. Hal tersebut yang justru semakin menunjukan bahwa kasih itu tidak terbatas dengan perbedaan termasuk bagi orang- orang yang mungkin kita benci.
Perumpamaan ini mengajarkan bahwa bagi Yesus persaudaraan tidak harus terbatas dengan hubungan darah, persaudaraan adalah bentuk ajakan untuk bersama-sama melakukan kehendak Bapa di sorga, dan sia-sialah jika kita mengaku bahwa kita saudara Kristus tapi tidak mau menjalankan kehendak Bapa.
Yesus ingin menekankan bahwa dengan mengasihi sesama tanpa memandang latar belakang mereka maka kita adalah saudara Yesus.
Bacaan injil hari ini ingin menyampaikan bahwa bukan maksudnya Yesus menolak kedatangan Ibu dan saudara- saudaranya, namun Yesus ingin menekankan bahwa semua orang berhak menjadi saudara Yesus selama kita menjalankan kehendak Bapa di sorga.
Marilah kita semua belajar mengasihi sesama tanpa memandang siapa mereka, sekalipun dari suku atau latar belakang yang berbeda, agar kita layak disebut sebagai saudara- saudara Yesus. (PL).
Apakah saya siap menjadi saudara Yesus?
No responses yet