Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Sabtu, 1 Agustus 2026
Pw St. Alfonsus Maria de Liguori
Yer 26:11-16,24
Mzm 69:15-16,30-31,33-34
Mat 14:1-12
Memilih Suara-Mu
Maka setelah dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata: “Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam.” – Mat 14:8
Ayat ini sangat mengguncang hati nurani, betapa mudahnya orang kehilangan arah yang benar ketika dipengaruhi oleh suara orang lain apalagi ibunya sendiri. Apakah anak perempuan itu menyadari keputusannya membawa dampak yang tidak dapat ditarik kembali? Permintaan itu seperti keluar tanpa beban, sekedar mengikuti keinginan ibunya tanpa dipikir benar salahnya.
Dalam kehidupan sehari-hari pun, kita sering mengalami hal yang serupa. Kita lebih memilih kondisi yang tidak “ribet”, sebisa mungkin “normal” dan “mandali” alias aman terkendali daripada harus menghadapi tekanan dari lingkungan atau keluarga. Kita tahu yang benar namun seringkali malas mengambil tindakan. Kita mendengar suara hati, namun akhirnya malah mengikuti suara mayoritas. Tanpa disadari, kita telah menjauh dari panggilan Tuhan, Sang Sumber Cinta dan Kehidupan.
Injil hari ini mengajak kita untuk bertanya: “Suara siapakah yang kita dengarkan dan ikuti?” Apakah kita mau berhenti sejenak, tidak menuruti kesenangan sesat dan masuk dalam keheningan, untuk dapat mendengarkan suara-Nya yang lembut sebelum mengambil keputusan?
Sungguh disayangkan, hati nurani Salome, putri Herodias yang sama sekali tidak terganggu dengan permintaan ibunya dan lebih memilih menurutinya tanpa memikirkan konsekuensi yang terjadi terhadap hidup orang lain. Memiih yang benar tidak selalu mudah, karena bisa berarti harus menyangkal diri, melawan arus, dan tak jarang pula menanggung konsekuensi yang berat. Apakah kita mau menerima panggilan Tuhan untuk berjalan di jalan yang sama?
Tuhan, ajarlah aku peka terhadap suara-Mu di tengah begitu banyak kebisingan di sekitarku. Berilah aku keberanian untuk memilih kebenaran meskipun tak mudah. Jagalah hati dan lidah ini agar tidak menjadi batu sandungan bagi sesama. Ingatkanku ketika disalahpahami bahwa Engkaulah yang mengenal hatiku paling benar. Amin. (Ai).
Apakah aku mau mendengarkan suara-Mu dan melakukan sesuai kehendak-Mu?
Kind regards,
No responses yet