Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Sabtu, 29 Agustus 2026
Pw Wafatnya St. Yohanes Pembaptis
Yer 1:17-19
Mzm 71:1-6,15,17
Mrk 6:17-29
Keberanian
Karena Yohanes pernah menegor Herodes: ”Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!” – Mrk 6:18
Hari ini kita memperingati wafatnya Yohanes Pembaptis sebagai martir. Dari bacaan Injil hari ini, kita mengerti bahwa Yohanes Pembaptis tahu betul siapa yang sedang ia hadapi. Herodes bukan orang sembarangan, ia raja, yang punya kuasa. Tapi itu semua tidak membuat Yohanes gentar. Ia tetap mengatakan dengan lantang: “Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!”. Perkataan tersebut disampaikan dengan gagah berani, seperti tidak tertahankan oleh rasa takut. Yohanes tahu benar bahwa ia lebih takut kepada Allah dibanding kepada manusia manapun, sehingga pesan Allah dapat tetap ia sampaikan dengan gagah berani.
Herodes pun sebenarnya mengetahui kalau Yohanes benar, bahkan ia sering mendengarkan kotbah Yohanes. Tapi ketika yang menjadi taruhannya menjadi terlalu besar, yaitu gengsi (harga diri) di hadapan para tamu penting, dengan sumpah yang sudah terlanjur ia ucapkan, maka Herodes memilih untuk mengikuti tekanan dan harga diri yang harus dia jaga, maka ia abaikan nuraninya sendiri. Akhirnya Herodes mengutus pengawalnya untuk memenggal Yohanes di penjara.
Namun dua ribu tahun kemudian, kita masih mengenang Yohanes sebagai orang kudus dan martir. Sementara Herodes? Dikenang karena kelemahannya. Keberanian untuk berkata benar memang kadang mahal harganya, tapi diam karena takut, ternyata jauh lebih mahal, karena dapat menghambat Rahmat Allah, atau bahkan membawa kita kepada dosa yang membinasakan jiwa. (DB).
Pernahkah saudara mengetahui suatu kebenaran, namun memilih diam karena tidak mau repot atau takut dicap berlebihan?
Hari ini, kebenaran apa yang mungkin sedang menunggumu untuk disuarakan?
No responses yet