Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Minggu, 30 Agustus 2026

Hari Minggu Biasa XXII

Yer 20:7-9

Mzm 63:2-6,8-9

Rm 12:1-2

Mat 16:21-27

Paradoks

“Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” – Mat 16 : 23

Ketika merenungkan Injil hari ini, kemanusiaan di dalam diri saya pun akan bereaksi sama dengan Petrus. Di benak setiap orang pasti akan berpikir bahwa Tuhan yang adalah sebuah entitas Mahakuasa, pencipta langit bumi dan segala isinya, bagaimana mungkin menderita dan mati? Sepertinya hal itulah yang menyebabkan Yesus menegur dengan sangat keras kepada Petrus. 

Apa yang Yesus lakukan menjadi sebuah paradoks di mata manusia yang pasti akan berpikir Tuhan adalah kekuatan yang Maha Kuasa, Maha Besar, tidak tertandingi, namun yang dijalani Yesus sebaliknya. Dia menderita, direndahkan, disiksa habis-habisan tanpa perlawanan sedikit pun. Tuhan seperti itukah yang harus kita sembah? Tidak ada kerennya sama sekali bukan? Paradoksnya lagi, kenapa hingga hari ini ada lebih dari satu Milyar penduduk dunia yang menjadi pengikut-Nya, di tengah persekusi dan penganiayaan yang masih terjadi kepada pengikut-Nya sampai hari ini, bukankah itu diluar kewajaran? Ada apakah? Jawabannya hanya Anda dan saya yang bisa memahaminya sebagai pengikut-Nya. 

Satu garis besar lagi, jika kita adalah pelayan Gereja, berhati-hati dan teruslah jaga hati supaya kita tidak menjadi sombong baik sadar atau tidak. Untuk itu sebagai pelayan-Nya mari teruslah menundukkan diri di bawah kaki Yesus dan sadar bahwa kita hanyalah hamba dan Dialah Raja yang seharusnya mendapat tempat tertinggi dan diagungkan. 

Tidak ada lagi baperan ketika kita tidak dipandang ataupun tidak dihargai saat melayani. Sadar akan esensi sebagai hamba-Nya yang harus rendah hati. Itulah pradoks sebagai pengikut Kristus, meski tidak seperti yang dipandang dunia, namun yang kita kejar adalah hidup kekal dan bahagia didalam Dia. (Yy).

Apakah yang membuatmu tetap mau mengikuti Kristus meski penyaliban-Nya diremehkan dunia?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *