“Come to the water! You who are thirsty!Though you have nothing, I bid you come!
And be filled with the goodness I have to offer!Come! Listen! Live.” (Kutipan lagu dari John B. Foley, SJ)
Bacaan hari ini adalah mengenai mukjizat Yesus yang melipat gandakan lima roti dan dua ikan sehingga cukup untuk dimakan lebih dari lima ribu orang. Khotbah Romo di gereja pagi ini mengingatkan saya untuk terus fokus kepada apa yang kita punya dan bisa kita bagikan dibandingkan dengan apa yang kita tidak punya.
Di masa persiapan choir anak-anak beberapa bulan yang lalu untuk hari spesial di Misa Indonesia, kami beberapa orang tua di grup WhatsApp sedang membicarakan mengenai anak-anak yang bisa bermain musik. Diskusi di grup tersebut sampai ke topik dimana ci Dian, organis untuk choir anak-anak mengingatkan saya untuk sesekali mencoba mengiringi musik di gereja untuk setidaknya menjaga skill main piano yang sudah saya punyai.
Singkat cerita, saya sudah bertekad untuk mencoba menawarkan ke gereja bahwa saya bisa mengiringi piano setelah kami pindah rumah. Selama kami proses pindah rumah, kami selalu ke gereja di hari Minggu jam 8 pagi supaya hari Minggu rasanya masih panjang dan masih bisa melanjutkan untuk beres-beres barang pindahan, dan sebagainya.
Dua minggu lalu saya akhirnya diperkenalkan ke grup choir Sunday 8 AM dan sudah dua minggu ini saya mengiringi tiga lagu di bagian akhir: lagu komuni, lagu syukur, dan lagu penutup. Lagu-lagu bagian awal sampai bagian Misa masih diiringi oleh pemusik mereka yang biasa. Setelah saya bergabung, saya baru menemukan jawaban mengapa kadang Bapak pemain piano ini bermain dengan sedikit aneh. Ternyata, dia adalah gitaris dan hanya mulai bermain piano di dua tahun terakhir di choir ini, karena pianis mereka sebelumnya sudah pergi ke Surga. Grup choir Sunday 8 AM ini mayoritas usia nya lansia. Bapak yang bermain piano dan istrinya yang ikut choir, saya belum tanya umurnya berapa tapi saya yakin paling tidak 80-90 tahun.
Sosok lain yang juga paling memesona adalah Ibu yang bertugas mengoperasikan slide presentasi untuk lagu. Saya duga paling tidak umurnya 90 tahun. Selama choir latihan, ia juga ikut latihan dan harus memastikan bahwa slide nya juga seiring dengan nyanyian dan tidak telat. Pagi ini, saya datang jam 7 pagi dan dia adalah salah satu yang dari dua yang datang paling awal. Dia cerita bahwa rumahnya 20 menit dari gereja, dan biasaya dia menjemput salah satu lansia lainnya sebelum ke gereja.
Saya sangat bersyukur sekali dipertemukan dan bisa menjadi bagian dari grup choir Sunday 8 AM, dan berharap semoga saya cepat bisa mengiringi dari awal sampai akhir. Ron, pianis yang sekarang, bilang kalau saya sudah siap, dia sudah tidak sabar ingin kembali mengiringi dengan bermain gitar kembali. Grup choir yang isinya mayoritas lansia yang sangat tua ini menurut saya menjadi bukti nyata dari mereka yang memberikan dirinya kepada Tuhan. Mereka tidak fokus kepada apa yang mereka tidak miliki, tetapi fokus kepada apa yang bisa mereka berikan.
Isaiah 55:1-3 “Come, all you who are thirsty, come to the waters; and you who have no money, come, buy and eat!
Come, buy wine and milk without money and without cost.
Why spend money on what is not bread, and your labor on what does not satisfy?
Listen, listen to me, and eat what is good, and you will delight in the richest of fare.
Give ear and come to me; listen, that you may live.”
(LGA)

No responses yet