Senin kemarin saya mendengar kabar yang sangat membuat saya sedih karena salah satu anggota tim saya diputuskan jadi redundant alias di PHK. Yang paling mengejutkan buat saya adalah bahwa dia ini hanya seorang senior consultant dengan utilisasi kerja yang sangat baik, baru mendapatkan promosi. Saya kecewa dengan apa yang terjadi, belum lagi mendengar beberapa orang lainnya lagi yang saya juga pernah bekerja sama secara tidak langsung terkena redundant. Rasanya tidak fair karena tidak jelas apa formulanya bahwa orang-orang inilah yang terpilih ada di dalam list redundant.
Hal yang paling mengejutkan saya adalah ketika saya mengajak bicara teman saya ini, sebutlah namanya Bunga. Respon Bunga kepada saya, bahwa dia baik-baik saja. Ini bukan hal yang mengancam kehidupannya, meskipun saya tahu dia masih memegang graduate visa dan juga masih merintis karir dan stabilitasnya di Australia. Dia bilang ke saya, bahwa ini bukanlah hal yang bisa dia kendalikan. Jadi buat apa tenggelam dalam kesedihan? Sebaliknya, dia bersyukur atas pengalamannya bekerja sejauh ini, yang membuat dia bisa mempunyai teman-teman baru yang terus mendukungnya.
Interaksi saya dengan dia ini seakan tepukan keras di pundak mengenai kepercayaan saya sendiri kepada Tuhan. Ketika saya merasa doa saya belum terjawab, apakah saya bisa sepositif dia? Apakah saya berkata bahwa “God will provide”, ataukah sudah sepantasnya saya berkata, “God provides!”
Sahabat, apabila kita sedang merasa bahwa doa kita belum terjawab, mari kita ingat lagi mengenai masa hidup kita sebelumnya. Bukankah Tuhan selalu menyediakan yang kita butuhkan?
Psalm 23
The Lord is my shepherd, I lack nothing.
He makes me lie down in green pastures, he leads me beside quiet waters, he refreshes my soul. He guides me along the right paths for his name’s sake.
Even though I walk through the darkest valley, I will fear no evil, for you are with me; your rod and your staff, they comfort me.
You prepare a table before me in the presence of my enemies.You anoint my head with oil; my cup overflows.
Surely your goodness and love will follow me all the days of my life, and I will dwell in the house of the Lord forever.
(LGA)
No responses yet