Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Jumat, 11 September 2026

1 Kor 9:16-19,22b-27

Mzm 84:3-6,12

Luk 6:39-42

STOP Ghibah

Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui? – Luk 6:41

Ghibah yang saya maksud disini adalah bergosip, dimana bergosip itu cenderung membicarakan kekurangan atau kejelekan orang lain yang kurang kita sukai, biasanya ketika kita sedang membicarakan orang tersebut, kita sampai lupa diri sehingga menghina dan memojokan orang tersebut, seolah-olah dia adalah orang paling buruk dan jelek, semua orang lebih baik daripada dia.

Memang, melihat kejelekan orang lain itu mudah, sejujurnya saya punya prinsip ‘No Ghibah, No Life’, tetapi perikop hari ini menampar saya sangat keras, kadang cara Tuhan menegur seseorang itu lucu, saya yang menulis saya yang tertampar dengan teguran Tuhan. Saat saya ghibah sering berdalih, ‘nggak kok, saya gak ghibah, saya hanya melakukan study perilaku seseorang terhadap orang lain dan lingkungan sekitar’ tapi apapun alasan dan pembenarannya, ghibah tetaplah ghibah. Ibarat setitik debu kesalahan atau kejelekan orang lain dengan mudah dapat kita lihat jelas, tapi kejelekan diri sendiri yang sebesar balok di dalam mata tidak bisa kita lihat. 

Sepertinya sejak dulu, kebiasaan ghibah ini sudah menjadi perhatian utama oleh Tuhan Yesus, sampai Yesus memberikan perumpaan dalam bacaan Injil hari ini, menyuruh kita mengeluarkan balok dari dalam mata kita, Yesus memerintahkan kita untuk berhenti menjadi orang munafik, Yesus ingin kita menilik karakter kita sendiri, keburukan dan kejelekan diri sendiri, daripada fokus pada kejelekan orang lain.

Karena itu saya mengajak saudara semua, mari kita mulai belajar menahan diri untuk tidak berghibah, sesederhana menghindar dari orang-orang lain yang sedang berghibhah. Good Luck! (PL).

Mari kita belajar untuk berhenti bergosip.

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *