Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Senin, 14 September 2026
Pesta Pemuliaan Salib Suci
Bil 21:4-9 / Flp 2:6-11
Mzm 78:1-2,34-38
Yoh 3:13-17
Salib Kasih
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakanw Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. – Yoh 3:16
Makna salib dalam hidup sehari-hari bukan hanya tentang penderitaan, tetapi juga tentang kerelaan berkorban, keberanian mengampuni, dan kesetiaan mengikuti Yesus Kristus dalam setiap situasi hidup.
Suatu hari, saya mendengarkan kisah seorang ibu tentang pergumulannya. Ia memiliki seorang putra yang kuliah di luar kota dengan biaya yang tidak sedikit. Suaminya bekerja sebagai sopir dengan penghasilan terbatas, sementara ia sendiri berjualan kue buatan tangan. Setiap hari ia bangun pagi, membuat berbagai jenis kue, lalu menitipkannya ke warung-warung. Semua itu dilakukan dengan penuh perjuangan dan kelelahan. Namun, yang membuat hatinya sedih adalah sikap anaknya yang kurang memahami pengorbanan orang tuanya. Anak itu cenderung hidup boros, sering makan di luar dan berkumpul di kafe dengan teman-temannya, tanpa memikirkan betapa keras usaha orang tuanya untuk membiayai hidupnya.
Mendengar kisah itu, saya hanya bisa menguatkannya. Saya mengatakan bahwa apa yang ia lakukan adalah bentuk kasih yang nyata, bukan hanya kepada anaknya, tetapi juga kepada Tuhan. Ia sedang memikul salibnya dengan setia, tetap berjuang meski lelah, tetap mengasihi meski tidak selalu dihargai.
Yang lebih indah lagi, di tengah kelelahannya, ibu tersebut tetap setia melayani di lingkungan dan gereja. Ia memahami bahwa salib bukan hanya beban, tetapi juga jalan pembentukan diri. Melalui salib, kita diajak untuk bertumbuh dalam ketaatan dan kasih. Semoga kita pun dimampukan untuk memikul salib kita dengan setia, percaya bahwa Tuhan selalu menyertai dan akan mengubah setiap pengorbanan menjadi berkat.
Tidak ada pengorbanan yang akan sia-sia! (In).
Masihkah saya taat pada kehendak Allah, ketika itu terasa sulit dan menuntut pengorbanan?
No responses yet