Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Senin, 21 September 2026
Pesta St. Matius, RasPengInj.
Ef 4:1-7,11-13
Mzm 19:2-5
Mat 9:9-13
Ikutlah Aku
“Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” – Mat 9:13
Berdasarkan pengalaman saya, jika hendak membentuk suatu struktur kepengurusan atau merekrut karyawan baru, maka yang dicari adalah orang-orang yang memiliki “track record” yang baik; baik secara moral maupun kemampuan atau keterampilan. Track record yang baik dianggap menjadi jaminan dan punya nilai jual. Kalau ternyata yang direkrut adalah orang yang mempunyai ’catatan buruk’, maka orang itu bisa mencemari kelompok, dan hasilnya pun akan berantakan.
Namun dalam bacaan Injil hari ini saat Yesus memanggil Matius, Yesus memperlihatkan sikap yang melawan arus kecenderungan public, dimana latar belakang Matius tidak spektakuler, ia adalah seorang Yahudi yang bekerja sebagai pemungut cukai di Kapernaum, Galilea. Pada zaman itu pemungut cukai dibenci, dicap negatif, dan dianggap hina oleh masyarakat. Pemungut cukai sering dikelompokkan sebagai ‘orang berdosa’. Mereka memeras rakyat dengan cara menaikkan pajak dan mengkorupsi kelebihannya.
Namun Tuhan Yesus memiliki rencana terhadap Matius, Ia berkata: “Ikutlah Aku.” Matius bersukacita atas sapaan Tuhan dan siap menjadi rasul-Nya. Kemudian Matius berkarya di tengah kaum sebangsanya: orang-orang Kristen keturunan Yahudi di Palestina atau Siria selama 15 tahun (50-65). Selama itulah ia menulis Injil yang berisi pengajaran agama dan kesaksian tentang Yesus kepada orang-orang Kristen keturunan Yahudi. Setelah menuliskan Injilnya, Matius pergi ke arah timur, yakni ke Makedonia, Mesir, Ethiopia dan Persia. Ia mati sebagai martir di Persia.
Panggilan Matius adalah cerminan bahwa Yesus yang tidak menuntut kesempurnaan dari kita, pun Ia tidak melihat latar belakang kita. Tetapi Ia meminta kesiapsediaan kita untuk dibimbing-Nya dan dilibatkan untuk pengembangan Gereja-Nya. (BW).
Semoga kita mampu menjadi “Matius-Matius kecil” yang dipanggil dan diutus-Nya.
Santo Matius, doakanlah kami.
No responses yet