Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Rabu, 30 September 2026
Pw St. Hieronimus
Ayb 9:1-12,14-16
Mzm 88:10-15
Luk 9:57-62
Siapakah Pemilik Hatimu?
Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” – Luk 9:58
Ketika membaca ayat ini, muncul pertanyaan: “Bagaimana mungkin Ia yang adalah Tuhan tidak memiliki tempat untuk meletakkan kepala-Nya?”. Yesus sebagai anak Allah tentu memiliki segala sesuatu dalam Kerajaan Bapa-Nya di Surga. Namun Ia datang ke dunia dan menjadi manusia, karena ada satu hal yang dicintai-Nya, yaitu: diri kita, hati kita.
Injil hari ini berbicara tentang keinginan dan ajakan untuk mengikuti Yesus. Yesus tidak membutuhkan pencapaian atau keberhasilan kita, pun tidak menuntut kesempurnaan pribadi kita. Bahkan ketika kita datang kepada-Nya dengan penuh “sakit hati” dan “dosa”, Ia tetap menyambut kita dengan penuh kasih. Namun seperti pertanyaan di awal renungan ini, mengikuti Yesus bukan sekedar permainan ataupun memiliki jaminan sukses seperti yang biasa orang butuhkan. Ia hanya menginginkan satu hal: hati yang terbuka untuk-Nya.
Permintaan Yesus, untuk mengikuti-Nya seringkali menjadi nomor kesekian bagi kita. Hati kita sudah dipenuhi dengan banyak hal sehingga tidak ada ruang untuk-Nya. Kita masih belum merdeka, terikat cinta kepada yang lain seperti dalam Injil disebutkan “akan menguburkan bapaku atau minta izin keluargaku dahulu”.
Kita membiarkan Yesus berada “di luar”, bahkan ketika Ia sudah masuk ke dalam hati kita, Ia hanya kita anggap sebagai tamu yang duduk manis, yang kadang terlewat dari sapaan kita. Saat kita memiliki beban hidup, kita rindu mencari tempat untuk bersandar. Namun tanpa sadar, kita lebih memilih bersandar pada dunia dan kekuatan kita sendiri, mengulur waktu seolah mau berpamitan dulu sebelum mengikuti Yesus.
Ya Yesus, bukalah hatiku supaya aku memberikan ruang bagi-Mu. Ajarilah aku untuk bersandar hanya pada-Mu, bukan pada kekuatanku sendiri. Amin. (Ai).
Apakah kita yakin pada pemilik hati kita, Yesus?
No responses yet