Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Rabu, 7 Oktober 2026
Pw SP Maria, Ratu Rosario
Gal 2:1-2,7-14
Mzm 117:1-2
Luk 11:1-4
Rekonsiliasi Terindah
Dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kamipun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami… – Luk 11: 4
Injil hari ini mengisahkan bagaimana Yesus mengajarkan para murid untuk berdoa. Dari peristiwa itulah kita mengenal doa Bapa Kami. Bagi saya pribadi, doa Bapa Kami adalah doa yang paling lengkap. Di dalamnya kita diajarkan untuk memohon rezeki untuk hari ini, sekaligus belajar untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita.
Saya teringat akan pengalaman dalam keluarga. Mama saya meninggal tepat pada Hari Raya Paskah, 5 April 2026. Namun kami sangat bersyukur karena sebelum kepergiannya, kami sempat melakukan rekonsiliasi sampai ke akar-akarnya. Sebelumnya kami memang pernah saling berdamai, tetapi rasanya hanya menyentuh permukaan saja.
Saat itu, saya mengungkapkan kekecewaan dan kekesalan karena Mama menutup segala akses sehingga saya tidak bisa bertemu dengan Papa kandung saya di Jakarta. Di sisi lain, Papa tiri saya sebagai kepala keluarga juga menyimpan luka selama puluhan tahun karena Mama tidak mau mempunyai anak darinya, sehingga ia merasa seperti pria mandul di hadapan keluarga besarnya. Adik saya pun memiliki luka tersendiri. Ia merasa Mama lebih menyayangi saya daripada dirinya. Ia juga terluka karena pada masa kecilnya lebih banyak diasuh oleh seorang pembantu daripada oleh Mama sendiri.
Malam itu, Mama mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada kami semua. Bagi saya, itulah rekonsiliasi yang sangat indah. Tidak ada lagi yang ditutup-tutupi. Saya percaya semua itu adalah karya Roh Kudus yang bekerja di tengah keluarga kami. Kami percaya bahwa Mama sekarang berbahagia bersama Bapa di surga. Terlebih lagi, sebelum ia meninggal, rekonsiliasi itu telah terjadi sehingga jiwa dan hatinya tidak lagi dibebani oleh luka dan dosa.
Mari kita menjadikan doa Bapa Kami bukan hanya sebagai doa yang diucapkan setiap hari, tetapi juga diwujudkan dalam perkataan dan tindakan kita sehari-hari. (AR).
Sudahkah saya berdoa Bapa Kami hari ini?
No responses yet