Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Sabtu, 10 Oktober 2026

Gal 3:22-29

Mzm 105:2-7

Luk 11:27-28

Bahagia

Tetapi Ia berkata: “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.” – Luk 11:28

Saya bukanlah HRD di tempat saya bekerja tetapi kadang kala saya diperlukan untuk mewawancarai calon karyawan. Tentu ini adalah hal yang menyenangkan. Sebab lewat perjumpaan-perjumpaan itu, saya mengenal pribadi-pribadi yang berbeda dari cerita pengalaman mereka, berbagi pengetahuan, dan bahkan tertawa mendengar aneka pertanyaan yang diajukan yang biasanya saya persilahkan di akhir sesi.

Satu pengalaman yang berkesan adalah ketika mewawancarai seorang anak muda yang idealis dan bersemangat. Sesi wawancara itu berjalan dengan baik, sampai saya mengizinkan ia bertanya. Dengan sedikit ragu ia bertanya, “Apakah Bapak bahagia bekerja di perusahaan ini?” Pertanyaan ini tidak lazim, umumnya pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan selalu berhubungan dengan ruang lingkup pekerjaan.

Saya lalu bertanya balik kepadanya, “Indeks bahagia bagi karyawan itu banyak indikator. Apakah indikator kebahagiaan menurutmu?” Ia menjawab dengan antusias, “Mungkin tim yang tanpa drama, gaji tepat waktu, pulang tepat waktu, dan atasan yang bersahabat.” Saya terdiam sejenak dan meneruskan, “Barangkali ada indikator lain, yaitu bahagia jika kita semakin berkembang, baik untuk diri sendiri, tim, maupun tempat kita bekerja.”

Injil hari ini pun bercerita tentang kebahagiaan. Seorang perempuan yang takjub setelah menyaksikan Yesus mengusir setan yang membisukan, berseru, “Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau!” Kebahagiaan menurut perempuan ini adalah memiliki anak yang berkuasa atas setan, mengusir roh jahat dan mampu menyembuhkan. Namun jawaban Yesus lebih mendalam, “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan Firman Allah dan yang memeliharanya.” 

Secara rohani Yesus menunjukkan bahwa kebahagiaan disempurnakan dengan hidup di dalam Allah. Allah menjadi dasar akan segala tindakan dalam hidup kita. Sabda-Nya menjadi tuntunan dalam perjalanan hidup keseharian kita. Bila kita setia menghidupi dan melaksanakan firman-Nya, bahkan dalam kesulitan dan penderitaan sekalipun, kita akan tetap bahagia menjalani hidup. (BW).

Tuhan, heningkan batinku untuk mendengar, dan kobarkan hatiku untuk memelihara firman-Mu.

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *