Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Sabtu, 17 Oktober 2026
Pw St. Ignasius dr Antiokhia
Ef 1:15-23
Mzm 8:2-7
Luk 12:8-12
Memupuk Iman
Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah. – Luk 12:8
Seberapa besar keyakinan kita untuk menunjukkan identitas sebagai pengikut Kristus? Hal yang paling umum seperti mengucap syukur dengan berdoa dan membuat tanda salib saat makan di area publik. Saya pun pernah mengalami perasaan tidak nyaman, apalagi kalau sendirian, makin terasa tidak percaya diri. Lain halnya jika makan bersama teman sesama katolik, saya lebih mantap membuat tanda salib dalam mengawali doa, meski di tempat umum sekalipun.
Namun, seiring bertumbuhnya iman dan pengenalan akan Kristus, saat ini saya melakukannya lebih sepenuh hati. Tidak hanya itu, bahkan kadang dalam hati dengan senyum kepada Tuhan sambil berbisik kepada-Nya: ”Tuhan, ini aku yang sudah tidak malu dan ragu lagi menunjukkan diri sebagai pengikut-Mu.” Bagi saya, mengakui Tuhan di hadapan orang banyak sudah merupakan tantangan tersendiri, apalagi seperti yang dilakukan para martir.
Iman tentu saja bisa dimulai dari hal-hal kecil dan sederhana, seperti membangun kepercayaan diri untuk berani menunjukkan kepada dunia bahwa kita adalah pengikut Yesus. Pengakuan iman bisa tercermin juga melalui atribut yang kita buat atau kenakan. Tapi ingat, yang paling utama adalah iman kita kepada Kristus harus dapat dilihat buahnya. Artinya, pikiran dan hati kita yang mengasihi Allah sungguh diekspresikan dalam tingkah laku kita.
Demikianlah tindakan memupuk iman ini membuat hidup kita makin berdampak positf untuk orang lain. Kita bersyukur bisa meneladani iman dari para Santa dan Santo yang telah menyerahkan nyawanya, seperti Santo Ignasius dari Antiokhia. Ia berani menerima hukuman mati secara keji, dilemparkan pada singa buas dalam gelanggang sebagai hiburan publik di Roma demi mempertahankan imannya pada Kristus.
Mari kita terus tumbuhkan keberanian dalam beriman dan biarlah Allah memberkati bagian yang harus kita lakukan dalam perjalanan iman kita ini. (In).
Santo Ignasius doakanlah kami …
No responses yet