Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Rabu, 21 Oktober 2026
Ef 3:2-12
MT Yes 12:2-6
Luk 12:39-48
Unpredictable
membiarkan rumahnya dibongkar. – Luk 12:39
Hidup tidak dapat diduga alias unpredictable. Apa yang diharapkan kadang tidak sesuai dengan harapan bahkan tidak terwujud. Atau bisa jadi sebaliknya, apa yang tak pernah diinginkan, tiba-tiba terjadi.
Pasanganku berhenti dari pekerjaannya dan berencana membuka usaha baru dengan beberapa kerja sama. Tetapi semua program dan konsep yang telah dibuat, semua tidak terjadi sesuai harapannya. Kehidupan ekonomi keluargaku terganggu. Semua yang tadinya kelihatan indah terasa mulai gelap. Namun semua sudah terjadi, yang dapat saya lakukan hanya menyemangati pasanganku agar dapat bangkit dari kegagalan meski tidak mudah. Saya pun perlu men-downgrade gaya hidupku entah sampai kapan.
Sekalipun dalam ombang-ambing kehidupan, saya terus memfokuskan diri untuk berjalan bersama Tuhan. Membentengi diri dengan doa, firman, dan ekaristi sebagai sumber kekuatan bagi kami, serta saling mendukung dan melengkapi.
Saya percaya jika dalam situasi sulit ini tetap taat dan setia maka Tuhan tidak akan membiarkan anak-anak-Nya tergeletak jatuh. Tuhan pasti menyiapkan rencana indah dalam hidupku. Lewat peristiwa ini, saya diingatkan untuk belajar bahwa manusia boleh berencana, tetapi rencana Tuhan pasti yang terbaik. (TL).
“Letakkan harapan Anda pada belas kasihan Allah dan cinta Kristus; katakan setiap saat sambil memandang salib: “Di sanalah pusat semua harapanku'”. -St. Paulus dari Salib-
Bersediakah aku untuk tetap menundukkan diri di depan Tuhan ketika segala sesuatu tidak sesuai dengan rencanaku?
Apakah yang akan kulakukan untuk terus berjalan bersama Tuhan?
No responses yet