Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Senin, 2 Maret 2026
Dan 9:4b-10
Mzm 79:8,9,11,13
Luk 6:36-38
Kamukah Hakimnya?
“Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni . – Luk 6:37
Dalam keluarga, kami mendidik anak-anak supaya memahami akan ada konsekuensi dari setiap tindakan yang mereka lakukan, termasuk menerima hukuman saat melakukan kesalahan. Ajaran kami sebagai orang tua ingin supaya mereka berpikir dahulu sebelum bertindak dan belajar bahwa ada akibat entah itu baik atau buruk dari setiap keputusan yang diambil. Seiring berjalannya waktu, kami pun terus belajar menjadi orang tua dan mengalami pertumbuhan dari Tuhan melalui berbagai seminar dan pengajaran parenting.
Hal ini menyadarkan kami bahwa ada sesuatu yang lebih besar dari sekedar hukuman karena kami pun merasa sebagai anak-anak Allah banyak melakukan pelanggaran dan dosa. Allah tidak serta merta menghukum manusia sehingga kita menyadari bahwa Bapa adalah Allah yang begitu penuh kasih.
Di dalam Kitab Suci, kita melihat begitu banyak peristiwa ketika Tuhan melepaskan dan mengampuni orang-orang yang berdosa besar, hingga dalam doa tobat, Ia disebut Yang Maha Murah dan Maha Rahim. Rahim yang bisa menampung berbagai ukuran, menerima kondisi apa pun dan menghidupi pribadi yang di dalamnya. Sungguh luar biasa tak terselami oleh pikiran manusia.
Bersyukur sekali kita punya Allah yang begitu besar kasih-Nya sehingga kita selalu diberikan rahmat pengampunan-Nya. Hal ini yang sekarang kami terapkan kepada anak-anak supaya mereka hidup di dalam kasih karunia-Nya. Ada banyak pengampunan saat mereka melakukan kesalahan, namun meskipun demikian tetap ada konsekuensi dari pelanggaran yang tidak bisa hilang. Anak-anak juga belajar bahwa itu adalah hal yang harus ditanggung akibat dari pilihan mereka. Kasih manusia memang tidak sempurna, namun kasih pengampunan-Nya tidak akan pernah habis asal kita mau terus datang dan berbalik kepada-Nya. (Yy).
Apakah kita cenderung menghukum orang lain setiap kali mereka melakukan kesalahan?
No responses yet