Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Jumat, 3 April 2026

Jumat Agung

Yes 52:13 – 53:12

Mzm 31:2,6,12-13,15-17,25

Ibr 4:14-16; 5:7-9

Yoh 18:1 – 19:42

Sampai Tutup Usia

Demikian hendaknya supaya genaplah firman yang telah dikatakan-Nya: “Dari mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku, tidak seorangpun yang Kubiarkan binasa.” – Yoh 18:9

Saat menulis renungan hari ini, saya ditemani dengan alunan musik dengan judul, “Sampai Tutup Usia”. Ini menjadi inspirasi tulisan saya setelah membaca Injil yang cukup panjang. Ketika Yesus hendak ditangkap, Ia membuat permintaan untuk melepaskan orang-orang yang ada di sekitar dan hanya menangkap diri-Nya. Permintaan-Nya dikabulkan. Hanya Ia seorang diri yang dibawa menghadap pengadilan agama. Penulis Injil Yohanes menuliskan bahwa hal ini berkaitan dengan nubuat yang ditulis di ayat ke-9.

Walaupun harus menghadapi dakwaan palsu, hukuman, bahkan kematian; Ia tidak melibatkan murid-muridNya. Lihatlah bagaimana Yesus mengasihi murid-muridNya dan kita! Sampai maut memisahkan pun, Ia selalu mencintai kita. 

Para pembaca renungan harian Katolik Bahasa Kasih, hari ini kita mengenangkan kembali kematian-Nya di atas kayu salib untuk menunjukkan kasih Allah yang begitu besar kepada kita. Allah berjanji akan selalu mendampingi, mencintai, dan menantikan kita, bahkan sampai saat kita menutup usia. Apakah kita akan membuka diri untuk menerima Allah yang begitu mengasihi kita? Ingatlah bahwa semua dosa kita telah Ia tanggung di dalam kayu salib dan kematian-Nya, supaya kita juga dibangkitkan untuk menerima hidup yang kekal. 

Mari kita berterimakasih dan sungguh maknai kasih Allah yang luar biasa ini dengan terus belajar membuka hati, taat akan perintah-Nya, serta menyerahkan segala dosa kita dengan sepenuh hati. (An).

Sudahkah kita kembali kepada-Nya dan menyerahkan semua dosa kita melalui ruang pengakuan?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *