Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Selasa, 3 Maret 2026

Yes 1:10,16-20 

Mzm 50:8-9,16bc,17,21,23

Mat 23:1-12

Jangan Jadi Sandungan

“Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.” – Mat 23:3

Peringatan Yesus dalam bacaan Injil hari ini jelas dan tajam, yaitu bahwa ahli-ahli Taurat dan orang- orang Farisi telah mengklaim diri mereka sebagai pengajar, namun sayangnya mereka tidak memberikan teladan yang baik. Mereka hanya fasih dalam perkataan, tetapi lalai dalam perbuatan. Menghadapi pengajar seperti ini, Yesus ingin supaya kita tetap melakukan apa yang mereka ajarkan (yang merupakan ajaran Allah yang benar), namun tidak menuruti perbuatan mereka yang penuh kemunafikan.

Sebagai seorang pewarta atau pemandu di lingkungan, menjadi teladan merupakan suatu beban tersendiri bagi saya. Dalam hati terpatri keinginan bahwa jangan sampai saya menjadi batu sandungan bagi orang lain. Tetapi adakalanya saya merasa sangat tidak layak, merasa tidak pantas mengajar, dengan diri saya yang masih penuh cacat cela dan kekurangan. Bagaimana saya bisa menunjukkan jalan kebenaran, sementara kaki saya sendiri masih sering tersandung?

Namun, di tengah keraguan itu, saya diteguhkan bahwa ada perbedaan besar antara sudah berusaha bertindak benar (walau masih seringkali jatuh), dengan memang tidak ada niatan bertindak benar dan justru merasa diri sudah suci seperti orang-orang Farisi kala itu. 

Dengan menyadari ketidaksempurnaan dan melayani sebagai pengajar atau pewarta, justru menjadi pendorong dan cambuk bagi saya agar lebih keras berusaha menghindari dosa dan berjuang untuk hidup lebih baik. Kelemahan mengingatkan saya adalah seorang pendosa yang membutuhkan belas kasihan Allah. Kesadaran ini membantu saya menjauh dari sikap munafik, dan mendorong saya untuk memberitakan Injil bukan karena kesucian saya, namun karena kasih karunia-Nya. (Vn).

Ya Tuhan, ajarkanlah kami untuk tidak hanya menjadi pendengar dan pewarta sabda-Mu, tetapi juga pelaksana yang rendah hati.

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *